Polman Bandung Tunggu Rekomendasi Wali Kota Cirebon Bangun Kampus 2

Kompas.com - 23/10/2020, 09:08 WIB
Gedung Politeknik Manufaktur (Polman) Bandung terletak di Jalan Kanayakan 21, Dago, Coblong, Bandung, awalnya politeknik ini bernama Politeknik Mekanik Swiss-ITB. Gedung Politeknik Manufaktur (Polman) Bandung terletak di Jalan Kanayakan 21, Dago, Coblong, Bandung, awalnya politeknik ini bernama Politeknik Mekanik Swiss-ITB.

KOMPAS.com - Politeknik Manufaktur (Polman) Bandung tinggal menungggu surat rekomendasi dari Walikota Cirebon Nasrudin Azis untuk membangun Kampus 2 di Cirebon. Setelah memperoleh lampu hijau terkait pemberian tanah hibah dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar.

"Pak Gubernur Ridwan Kamil sudah oke, tapi belum dapat rekomendasi langsung dari pak Wali Kota Cirebon. Jadi kita akan meminta ketemu pak Wali Kota, untuk mendukung langkah ini, karena Pemkot Cirebon sebagai tuan rumah," kata Humas Polman Bandung Haikal Aulia kepada Kompas.com, Kamis (22/10/2020).

Baca juga: Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Ciptakan Alat Deteksi Covid-19

Meski surat rekomendasi belum didapatkan, bilang dia, tapi hasil komunikasi dengan Sekda Cirebon Agus Mulyadi menyatakan Pemkot Cirebon mendukung penuh pembangunan Kampus 2 Polman Bandung di Cirebon.

Selagi menunggu surat rekomendasi, dia mengaku, pihak Polman Bandung akan mengurusi segala surat dan persyaratan yang diajukan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) demi memperoleh dana pembangunan kampus lewat Surat Berharga Syariah Nasional (SBSN) yang batas pengajuannya di bulan November 2020.

"Berita acara dari Pemprov sudah diperoleh, dokumen sedang disusun, sedang koordinasi dengan pemerintah pusat dan Pemprov. Kita mengejar dana ini lewat proposal SBSN ke Kemendikbud, mudah-mudahan di awal November sudah bisa dikejar," tutur Haikal.

Dia menjelaskan, bila pengajuan dana selesai di tahun ini, maka persiapan dan proses pembangunan akan terjadi di 2021. Bahkan, sudah bisa menerima mahasiswa baru di tahun depan.

"Tapi mahasiswa baru dari Kampus 2 akan kuliah dulu di Polman Bandung, kalau pembangunan gedung sudah selesai, maka baru bisa kuliah di Cirebon," jelas Haikal.

Masyarakat Cirebon jadi prioritas utama

Haikal menegaskan, Kampus 2 Polman Bandung di Cirebon akan diprioritaskan untuk masyarakat asli Cirebon. Hal itu merupakan perintah langsung dari Gubernur Jabar Ridwan Kamil.

"Nanti akan ada beberapa jurursan yang memang untuk kearifan lokal di Cirebon, sesuai teknologi manufaktur 4.0, teknologi manufaktur kemaritiman, dan industri kreatif yang berbasis teknologi manufaktur," sebut dia.

Adapun tujuan memprioritaskan masyarakat Cirebon, karena ingin masyarakat sekitar memiliki daya saing yang lebih, dengan begitu bisa bersaing dengan tenaga atau pekerja yang datang dari luar Cirebon.

Dorong kawasan Segitiga Rebana

Ketika memiliki keterampilan dan daya saing lebih, maka bisa mendorong keinginan pemerintah dalam mewujudkan kawasan ekonomi khusus Segitiga Rebana (Cirebon, Subang, dan Majalengka).

Kampus ini akan dibangun di atas tanah seluas 30 hektar. Pengembangannya akan dekat dengan Kawasan Industri Metropolitan 3 dan pembangunan Science and Technology Park (STP).

Pembangunan kampus ini juga akan didukung dengan pelabuhan internasional yang ada di Cirebon dan Bandar Udara (Bandara) Kertajati yang ada di Majalengka.

Baca juga: Dirjen Vokasi Terima Gedung dan Laboraturium Politap dari PUPR

"Jadi ini menumbuhkan rasa optimisme yang luar biasa pembangunan kampus manufaktur di Cirebon oleh Polman Bandung," pungkas dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X