Saat Pandemi, Seperti Ini Kebutuhan Guru SLB dan Daerah 3T

Kompas.com - 23/10/2020, 09:12 WIB
Ajar Agus Budianto (belakang kedua dari kanan), guru SLB A Pembina Jakarta bersama murid dan guru SLB A Pembina lainnya saat menghadiri upacara Hari Guru Nasional 2019 di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Senin (25/11/2019). Budi telah menjadi guru SLB khususnya untuk penyandang tuna netra sejak tahun 1998. KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJOAjar Agus Budianto (belakang kedua dari kanan), guru SLB A Pembina Jakarta bersama murid dan guru SLB A Pembina lainnya saat menghadiri upacara Hari Guru Nasional 2019 di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Senin (25/11/2019). Budi telah menjadi guru SLB khususnya untuk penyandang tuna netra sejak tahun 1998.
|

KOMPAS.com - Wahana Visi Indonesia (WVI) didukung PREDIKT melakukan riset Suara Guru di masa pandemi Covid-19 dengan fokus pada guru SLB dan daerah 3T.

Pada masa pandemi ini, tentu banyak kendala yang dihadapi para siswa maupun guru ketika menjalankan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Apalagi bagi guru pendidikan khusus (SLB) serta guru yang bertugas di daerah 3T. Untuk itulah WVI melakukan riset pada guru-guru tersebut.

Avianto Amri, Ph.D (CEO PREDIKT) mengatakan, ada sebanyak 27.046 responden yang disurvei. Yakni guru dan tenaga kependidikan di 34 provinsi Indonesia.

"Dari riset ini kami ingin melihat bagaimana perspektif guru mengenai PJJ selama pandemi Covid-19," ujar Avianto pada webinar Hasil Penelitian Suara Guru di Masa Pandemi Covid-19, Kamis (22/10/2020).

Baca juga: Riset Wahana Visi: Ini Suara Guru SLB dan Daerah 3T Terkait PJJ

Menurut narasumber Mega Indrawati, M.Pd (Education Team Leader Wahana Visi Indonesia), ada temuan menarik dari riset yang bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) ini,

Persepsi guru

Permasalahan dan kekhawatiran selama pandemi.

1. Aspek pelaksanaan kebijakan pendidikan masa pandemi:

  • Masalah kepemilikian gawai, kuota dan jaringan internet, dan kapasitas teknologi informasi & komunikasi (TIK).
  • Kendala geografis kunjungan guru ke rumah dan pengambilan tugas terutama di daerah 3T dan berisiko Covid-19 tinggi.
  • Rumah tidak nyaman untuk kegiatan belajar mengajar (KBM), orang tua sulit mendampingi belajar di rumah.
  • Pendidikan khusus daring sulit, namun risiko anak penyandang disabilitas atau anak berkebutuhan khusus (ABK) tinggi saat PTM, sehingga SLB tidak bisa mengikuti kurikulum.

2. Aspek tunjangan, sertifikasi, dan pra-jabatan:

  • Iuran untuk gaji guru honorer di sekolah swasta terdampak, sulitnya perekonomian orang tua peserta didik dan terpaksa menggunakan dana BOS & berjualan untuk menambah gaji guru.
  • Tunjangan sertifikasi tidak merata, terlambat, atau berkurang.

3. Aspek kepemimpinan pendidikan:

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X