Satu Tahun Jokowi-Ma'ruf, Menilik Program Pembangunan SDM Unggul

Kompas.com - 20/10/2020, 10:32 WIB
Foto dirilis Rabu (16/9/2020), memperlihatkan sejumlah siswa SDN Marmoyo, mengerjakan tugas dengan berkelompok menggunakan gawai secara bergantian di rumah warga Desa Marmoyo, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Pembelajaran secara daring selama pandemi Covid-19 ini memunculkan masalah tersendiri bagi anak-anak yang tinggal di wilayah pelosok Jombang yang tidak bisa mengakses jaringan internet. ANTARA FOTO/SYAIFUL ARIFFoto dirilis Rabu (16/9/2020), memperlihatkan sejumlah siswa SDN Marmoyo, mengerjakan tugas dengan berkelompok menggunakan gawai secara bergantian di rumah warga Desa Marmoyo, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Pembelajaran secara daring selama pandemi Covid-19 ini memunculkan masalah tersendiri bagi anak-anak yang tinggal di wilayah pelosok Jombang yang tidak bisa mengakses jaringan internet.

KOMPAS.com - waktu yang lalu, dalam sebuah acara talk show televisi yang telah beberapa kali memenangkan penghargaan Panasonic Globel Awards, saya diminta sebagai salah satu narasumber memberikan pandangan tentang program-program pendidikan di Indonesia selama ini.

Saya mengatakan problem terbesar dari sistem pendidikan Indonesia adalah tidak pernah adanya evaluasi dan tidak pernah memiliki cetak biru (blueprint) atau grand design ataupun peta jalan (road map).

Memang saat ini Kemendikbud telah menyusun sebuah peta jalan pendidikan Indonesia tetapi sayangnya peta jalannya cukup membingungkan.

Saya sampaikan membuat peta jalan itu harusnya belajar dari pengemudi Gojek. Peta jalan di aplikasi Gojek itu selalu dimulai dari di mana titik penjemputan, ke mana titik tujuan, dan berapa biaya yang dibutuhkan.

Peta jalan yang telah dibuat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tidak ada kejelasan di mana titik mulai program, seperti apa target yang akan dicapai, dan berapa biaya yang dibutuhkan agar tujuan tersebut tercapai secara spesifik, dapat diukur, dapat dicapai, realistis, dan ada batasan waktu.

Baca juga: Dian Sastro: Investasi Pendidikan pada Perempuan adalah Investasi Masa Depan

Peta jalan dan program " SDM Unggul"

Kalau mau belajar dari sekolah bisnis di Universitas Harvard, konsep ini dikenal dengan istilah SMART goals: specific, measurable, attainable, realistic, time-bound.

Jika mau belajar konsep perencanaan yang paling baru dalam membuat perencanaan, sekolah bisnis di Universitas Harvard memopulerkan istilah FAST goals: frequent discussions; ambitious in scope; measured by specific metrics and milestones; and transparent for everyone in the organization to see.

Tujuan harus sering didiskusikan termasuk kepada publik karena urusan pemerintah adalah urusan publik, tujuan harus mencakup ambisi-ambisi yang tinggi.

Tujuan harus dapat diukur dengan alat ukur yang akurat dan dijadikan tonggak sejarah, serta tujuan harus transparan untuk seluruh pemangku kepentingan.

Satu tahun yang lalu, Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengumumkan bahwa prioritas pembangunan di masa kepemerintahan mereka adalah di pembangunan SDM unggul.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X