Hari Kesaktian Pancasila, Ini Perjalanan Mata Pelajaran Pancasila dari Masa ke Masa

Kompas.com - 01/10/2020, 19:22 WIB
Garuda Pancasila Blogspot.com / mediavectorGaruda Pancasila

KOMPAS.com – Pancasila merupakan ideologi untuk kehidupan masyarakat yang sudah ada sejak Indonesia merdeka. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim turut memeringati Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh setiap 1 Oktober.

“Kita mengenal Pancasila sebagai falsafah negara kita. Ideologi bangsa kita. Kita mengenal Pancasila sebagai akar yang menyambung masa lalu dan masa depan kita bersama,” ucap Nadiem dalam pidatonya pada Rabu (30/9/2020) lewat akun YouTube Kemendikbud RI.

Konsep Pancasila sebagai ideologi negara pun mulai dipahami oleh masyarakat Indonesia sejak presiden pertama, Soekarno, membuat sistem pendidikan nasional pada 1950.

Baca juga: Siswa, Ini Bentuk Pengamalan Sila Ke-4 Pancasila

Sejak Orde Lama hingga era reformasi, pendidikan kewarganegaraan atau civics telah mengalami pergantian nama.

Berdasarkan penelitian Universitas Negeri Makassar, pendidikan kewarganegaraan dibuat agar masyarakat bisa memahami nilai-nilai hukum dan moral supaya berperilaku berdasarkan nilai tersebut.

Untuk menambah pengetahuan, berikut ini merupakan pembahasan jejak pendidikan kewarganegaraan lintas zaman di Indonesia yang dirangkum dari berbagai sumber;

Orde lama

1. Tahun 1957

Awal mulanya, pelajaran dengan nama “ Pendidikan Kewarganegaraan” (PKn) muncul pada 1957 dalam sistem pendidikan nasional.

Mata pelajaran PKn dibuat untuk mendidik anak bangsa mengenai hak dan kewajiban warga negara serta cara-cara untuk memperoleh dan kehilangan status kewarganegaraan.

2. Tahun 1959

Ketika Soekarno mengeluarkan Dekrit Presiden pada 5 Juli 1959, Menteri Pengajaran Pendidikan dan Kebudayaan (PP dan K) mengeluarkan Surat Keputusan No. 122274/S pada 10 Desember 1959 terkait pembentukan panitia.

Panitia tersebut dibentuk atas dasar penyusunan buku pedoman mengenai hak dan kewajiban Warga Negara Indonesia (WNI) serta beberapa hal mengenai sejarah maupun tujuan revolusi Indonesia.

Setelah buku pedoman tersebut lahir, pelajaran PKn pun berisi materi seperti di bawah ini.

  • Sejarah pergerakan / perjuangan rakyat Indonesia.
  • Pancasila.
  • Undang-Undang Dasar 1945.
  • Demokrasi dan Ekonomi Terpimpin.
  • Konferensi Asia Afrika.
  • Kewajiban dan hak warga negara.
  • Manifesto politik.
  • Laksana Malaikat.
  • Lampiran-lampiran tentang Dekrit Presiden, Lahirnya Pancasila, Pidato Presiden Soekarno, Declaration of Human Rights dan Panca Wardhana (lima perkembangan).

Nama PKn pun berubah menjadi “Civics”. Kondisi pendidikan dalam usai keluarnya Dekrit Presiden ini membuat Civics serupa alat untuk mendorong manifesto politik yang memiliki landasan sosialisme.

Orde Baru

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X