Kepada Orangtua, Nadiem: Sekolah Negeri dan Swasta Dapat Kuota Gratis

Kompas.com - 25/09/2020, 13:41 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim melakukan pemantauan terhadap sekolah-sekolah di sekitar wilayah Bogor, Jawa Barat pada hari Kamis (30/07). Dok. KemendikbudMenteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim melakukan pemantauan terhadap sekolah-sekolah di sekitar wilayah Bogor, Jawa Barat pada hari Kamis (30/07).

KOMPAS.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ( Mendikbud) Nadiem Makarim menekankan kepada orangtua, bahwa pemberian kuota internet gratis tidak hanya untuk sekolah atau perguruan tinggi negeri, tapi swasta juga akan mendapatkan.

Jadi tidak ada perbedaan yang membuat kesenjangan.

"Ini bantuan kuota gratis untuk semua peserta didik dan tenaga pendidik, baik siswa, mahasiswa, guru, dan dosen yang ada di negeri maupun swasta," tegas Nadiem dalam acara "Peresmian Kebijakan Bantuan Kuota Data Internet Tahun 2020", Jumat (25/9/2020).

Baca juga: Program Kuota Internet, Nadiem: Kami Hadir dari Pagi hingga Malam

Memang, kata Nadiem, pemberian kuota untuk negeri dan swasta, tapi asalkan kepala sekolah maupun kepala satuan universitas mendaftarkan nomor smartphone (telepon pintar) peserta didiknya ke Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan PDDikti.

"Untuk menerima bantuan operasional sekolah (BOS) juga lewat Dapodik, jadi lewat sana. tidak ada permbedaan antara swasta dan negeri, asalkan terdaftar dan nomor ponselnya aktif serta akurat," ungkap Nadiem.

Tanggung jawab sekolah dan universitas

Nadiem memastikan pemberian kuota gratis ini akan berjalan tepat sasaran. Apabila satuan kepala sekola dan kepala universitas mempertanggungjawabkannya dengan baik.

"Ini kami akan cek aktif atau tidak, agar tidak ada penggandaan juga, satu nomor hp saja, kita juga gandeng dari pihak operator untuk melakukan verifikasi dan validasi, agar tepat sasraan," ujar pria yang sempat mendirikan Gojek Indonesia.

Bila ada kendala, bilang Nadiem, maka peserta didik maupun tenaga pendidik bisa melaporkannya kepada pihak operator maupun Kemendikbud.

"Pastinya akan kami tanggapi dan tindak, kalau ada isu-isu yang tidak baik terkait masalah program kuota gratis ini," katanya.

Sekretaris Jenderal Kemendikbud Ainun Na’im pernah menyebutkan besaran kuota data internet berbeda tiap jenjang maupun pendidik. Namun, dari juknis ini paket data yang diberikan dibagi kuota umum dan kuota belajar.

Kuota umum adalah kuota yang dapat digunakan untuk mengakses seluruh laman dan aplikasi. Sedangkan kuota belajar adalah kuota yang hanya dapat digunakan untuk mengakses laman dan aplikasi pembelajaran, dengan daftar yang tercantum pada http://kuota-belajar.kemdikbud.go.id/.

Sedangkan rincian paket kuotanya, bagi peserta didik PAUD mendapatkan 20 GB per bulan dengan rincian 5 GB untuk kuota umum dan kuota belajar 15 GB. Peserta didik jenjang pendidikan dasar dan menengah mendapatkan 35 GB per bulan dengan rincian 5 GB untuk kuota umum dan kuota belajar 30 GB.

Baca juga: Juknis Bantuan Kuota Internet bagi Siswa dan Guru

Sementara untuk pendidik PAUD dan jenjang pendidikan dasar dan menengah mendapatkan 42 GB per bulan dengan rincian 5 GB kuota umum dan 37 GB kuota belajar. Bagi mahasiswa dan dosen mendapatkan 50 GB per bulan dengan rincian 5 GB kuota umum dan 45 GB kuota belajar.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X