Kemenristek: Startup Merdeka di Era Pandemi, Begini Caranya

Kompas.com - 27/08/2020, 12:34 WIB
Para narasumber webinar (Kemenristek) secara virtual, Kamis (27/8/2020), salah satunya menghadirkan pembicara kunci Sandiaga Uno.
Tangkapan layar kanal Youtube KemenristekPara narasumber webinar (Kemenristek) secara virtual, Kamis (27/8/2020), salah satunya menghadirkan pembicara kunci Sandiaga Uno.
|

KOMPAS.com - Dunia usaha sudah sering menghadapi krisis. Tetapi kali ini dunia usaha menghadapi krisis yang berbeda, yakni bersamaan dengan masalah kesehatan.

Meski demikian, bagi para pengusaha hal ini menjadi peluang. Walaupun harus bisa beradaptasi dengan keadaan. Pengusaha, khususnya para startup juga harus bisa berakselerasi dengan cepat.

Demikian diungkapkan Sandiaga S Uno (Founder Inotek) saat menjadi pembicara kunci pada webinar bertema " Startup Merdeka di Era Pandemi: Startup Business and Funding" gelaran Kementerian Riset dan Teknologi ( Kemenristek) secara virtual, Kamis (27/8/2020).

Baca juga: Menristek: Ini Fokus Prioritas Riset Nasional pada Rakornas PRN 2020

"Pada saat ini, kita bisa bertahan dan melewati puncak krisis pandemi. Tentu karena pengusaha dan startup bisa beradaptasi dengan cepat," ujar Sandiaga.

Untuk itulah dia berharap agar pada saat pandemi ini bisa banyak dibuka lapangan pekerjaan baru serta peluang usaha. Terlebih dengan munculnya startup baru yang bisa berkembang saat pandemi.

"Yakinlah badai pasti berlalu. Kita kaji peluang tersebut dan jangan terlalu lama menunggu. Karena yang bergerak itu akan mampu menuai keberkahan," katanya.

"Dengan kemampuan kita untuk berpikir inovatif, saya yakin startup kita akan mampu bertahan dan kita menjadi manusia yang merdeka di tengah pandemi ini," jelas Sandiaga.

Butuh kolaborasi semua pihak

Sebelumnya, Jumain Appe (Plt. Deputi Penguatan Inovasi Kemenristek/BRIN) menjelaskan, sebagian besar startup memiliki kreativitas tinggi namun produknya belum bisa mencapai masyarakat luas.

Untuk itulah dibutuhkan kolaborasi semua stake holder agar produk-produk dari startup bisa dimanfaatkan semua orang.

"Kami mengharapkan para peneliti, investor dan semua pihak bisa bekerja sama untuk dunia usaha. Tentu agar bisa membantu ekosistem startup dan berdampak pada ekonomi," terangnya.

Pada webinar tersebut menghadirkan beberapa narasumber, yakni:

1. Adrian A. Gunadi (Staf Khusus Menristek) dan Financial and Operational Metrics for Startup

2. Jeffry R. Sirait (Ketua AMVESINDO/Direktur Utama Astra Mitra Ventura) dan Startup Funding Trend Post Covid-19.

3. Utari Octavianty (Founder Aruna juga startup binaan Kemenristek/BRIN).

Menurut Adrian Gunadi, pandemi ini membuat model bisnis berubah. Namun sisi positifnya membuat suatu peluang usaha yang potensial.

"Harapannya, mampu menelurkan inovasi baru di Indonesia. Kita percaya ada bisnis baru dan nantinya bisa berdampak dan menyebar luas ke seluruh wilayah Indonesia," harapnya.

Baca juga: Ini Juara Lomba Esai ForTi, Menristek: Indonesia Kekurangan Perempuan Peneliti

Adapun materi yang disampaikan pada webinar ini adalah bagaimana Startup Inovasi Indonesia dapat terus berinovasi atau berproduksi serta melakukan sinergi untuk menjawab kebutuhan masyarakat selama masa pandemi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X