Jelang 60 Tahun Unika Atma Jaya, Prestasi Online Learning dan Pendidikan Karakter

Kompas.com - 25/05/2020, 16:43 WIB
Ilustrasi Online Learning Unika Atma Jaya DOK. UNIKA ATMA JAYAIlustrasi Online Learning Unika Atma Jaya

KOMPAS.com - Pada masa pandemi Covid-19, semua perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta harus siap menghadapi transformasi dalam metode pembelajaran yang masif, cepat, dan kompleks.

Hal ini mendorong perguruan tinggi melakukan sistem perkuliahan daring atau online learning. Bagi Unika Atma Jaya upaya transformasi dan pengembangan universitas terus dilakukan agar tetap relevan menghadapi era ini.

Terkait hal itu, melalui rilis resmi (24/5/2020) Unika Atma Jaya menginformasikan telah memperoleh penghargaan bintang lima kategori online learning.

Baca juga: UMY Mengabdi, Bentuk Kepedulian Universitas di Situasi Pandemi

Raih "Bintang" QS untuk online learning

Penilaian QS Stars ini meliputi tiga komponen utama;

  1. Student-faculty engagement
  2. Student interaction, dan
  3. Student services and technology

Unika Atma Jaya memperoleh 2 skor penuh dari tiga kriteria yakni untuk interaksi mahasiswa dan layanan dan teknologi.

Hal ini menggambarkan online learning serta dukungan unit pendukung di Unika Atma Jaya sudah dibangun dengan serius. Dukungan ini nampak antara lain lewat tersedianya learning management system (LMS) seperti Moodle dan Microsoft Teams, Office 365, massice open & online courses (MOOC) AtmaZeds, serta digital library AtmaLib.

Selain ketiga komponen utama itu, penilaian didasarkan pada komitmen universitas dalam menjalankan online learning dan hal ini dibuktikan dari rekam jejak kebijakan termasuk kebijakan menggunakan online learning secara masif dalam masa pandemi Covid-19 sejak Maret 2020.

Online learning dan pendidikan karakter

Lebih jauh tentang online learning, perhatian terhadap metode pembelajaran ini menjadi penting karena merupakan solusi di tengah pandemi Covid-19. Meski terdapat beberapa kendala, metode ini dipandang sebagai cara efektif dalam memberikan layanan pendidikan.

Aspek lain yang perlu diperhatikan bahwa metode ini ternyata tidak sepenuhnya membuat masyarakat dapat beradaptasi dengan online learning karena memang membutuhkan usaha lebih seperti jaringan internet, kuota, memori dan perangkat lainnya.

Seiring dengan raihan penghargaan "QS Stars", Unika Atma Jaya juga memerhatikan pengembangan pendidikan karakater bagi peserta didik.

Unika Atma Jaya tetap melakukan transfer nilai tanggung jawab sosial dan keterbukaan dengan memberikan beberapa dukungan kepada mahasiswa dalam menjalani online learning di masa pandemi.

Bagi Unika Atma Jaya yang akan genap berusia 60 tahun pada 1 Juni 2020 ini, menghadapi era pandemi ini bukan hanya terkait aspek teknologi dan kurikulum.

Hal mendasar adalah mendidik generasi muda yang relevan dengan zamannya dengan tetap memiliki karakter Indonesia dan kepedulian sosial. Seperti disampaikan oleh salah satu pendiri Unika Atma Jaya, Frans Seda yang berbunyi “Untuk Tuhan dan Tanah Air”.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X