Mengenal Makna Sesajen dan Belajar Cara Dakwah dari Wali Songo

Kompas.com - 15/01/2022, 11:27 WIB
Sesajen masyarakat suku Tengger diletakkan di bibir kawah Gunung Bromo pada Upacara Yadnya Kasada, Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (18/7/2019). Upacara Kasada merupakan upacara adat masyarakat Suku Tengger sebagai bentuk ucapan syukur kepada Sang Hyang Widi sekaligus meminta berkah dan menjauhkan dari malapetaka. ANTARA FOTO/ZABUR KARURUSesajen masyarakat suku Tengger diletakkan di bibir kawah Gunung Bromo pada Upacara Yadnya Kasada, Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (18/7/2019). Upacara Kasada merupakan upacara adat masyarakat Suku Tengger sebagai bentuk ucapan syukur kepada Sang Hyang Widi sekaligus meminta berkah dan menjauhkan dari malapetaka.

KOMPAS.com - Sesaji atau biasa disebut sesajen masih menjadi tradisi yang masih dipraktikkan sebagian masyarakat Indonesia.

Sesajen amat lekat dengan praktik upacara adat melalui selamatan atau kenduri untuk berbagai keperluan.

Upacara selamatan atau kenduri umumnya diselenggarakan untuk memperingati orang meninggal, pernikahan, upacara kehamilan hingga kelahiran bayi, dan sebagainya.

Selain doa bersama yang dipimpin tokoh yang dituakan, sesaji berupa makanan akan menjadi pelengkap bergantung tujuan upacara adat.

Tak heran apabila terdapat sebagian masyarakat yang tak terima ketika sesajen ditendang di Gunung Semeru karena dianggap tak sesuai kepercayaan si pelaku, HF (31).

Lalu, sebenarnya apa makna sesaji?

Baca juga: Pria Penendang Sesajen di Lokasi Erupsi Gunung Semeru: Saya Minta Maaf

Sesajen, cara komunikasi harmonis dengan alam

Antropolog Argo Twikromo menyampaikan, pada umumnya bagi masyarakat Jawa, sesaji adalah hal yang biasa dalam kehidupan sehari-hari.

Sesajen amat terkait dengan pemahaman atau pandangan masyarakat Jawa itu sendiri tentang dunia ini.

"Kehidupan di dunia ini dijalani dengan bagaimana kita menciptakan hubungan yang harmonis dengan cara menjalin relasi-relasi harmonis," kata Argo kepada Kompas.com, Senin (10/1/2022).

Ia mengatakan, relasi harmonis itu ialah antara manusia dengan sesama, alam, maupun Tuhan.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.