Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

[POPULER TREN] Mengapa Rumah Bisa Tersambar Petir | Penjelasan PVMBG soal Penyebab Gunung Marapi Meletus Tiba-tiba

Kompas.com - 05/12/2023, 05:30 WIB
Erwina Rachmi Puspapertiwi,
Sari Hardiyanto

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Sejumlah pemberitaan menghiasi laman Tren sepanjang Senin (4/12/2023).

Informasi seputar erupsi Gunung Marapi di Sumatera Barat mendominasi pemberitaan.

Diketahui, selain hujan abu, erupsi Gunung Marapi juga menewaskan setidaknya 11 pendaki. Pasalnya, terdapat 75 orang yang sedang mendaki ketika Gunung Marapi meletus.

Selain terkait Gunung Marapi, informasi soal mengapa rumah bisa tersambar petir meski penghuni tidak menyalakan TV, efek mengonsumsi jahe setiap hari, hingga 20 perguruan tinggi terbaik Indonesia 2024 juga menarik perhatian pembaca.

Baca juga: 7 Manfaat dan Efek Samping Kangkung jika Dimakan Setiap Hari

Berita populer Tren

Baca juga: Jarang Diketahui, Ini 5 Efek Samping Durian

Berikut berita terpopuler di laman Tren sepanjang Senin (4/12/2023) hingga Selasa (5/12/2023) pagi:

1. Mengapa rumah bisa tersambar petir

Rumah yang berada di Desa Pelang Lor, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur tersambar petir pada Jumat (1/12/2023).

Akibat sambaran petir, rumah menjadi porak-poranda dan sejumlah penghuninya harus dilarikan ke rumah sakit.

Menurut pengakuan kakak korban yang bernama Tohari, adiknya bersama keluarga sedang tidak menyalakan televisi dan ponsel pada saat kejadian.

“Lukanya seperti baret, seperti kalau kulit kena kembang api, ada luka bakar kecil-kecil. Beruntung kondisinya tidak parah, hanya syok," ungkap Tohari, dikutip dari Kompas.com, Minggu (3/12/2023).

Lantas, mengapa petir bisa menyambar rumah meski tidak menyalakan televisi?

Penjelasan lebih lengkapnya perihal mengapa petir bisa menyambar rumah dapat disimak pada berita berikut:

Berkaca dari Kasus di Ngawi, Mengapa Rumah Bisa Tersambar Petir meski Penghuni Tak Menyalakan TV?

2. Efek mengonsumsi jahe setiap hari

Ilustrasi teh jahe lemon.SHUTTERSTOCK/Katarzyna Hurova Ilustrasi teh jahe lemon.

Jahe menjadi salah satu rempah-rempah populer di Indonesia yang dapat dikonsumsi segar, dikeringkan, dijadikan bubuk, diparut, dan direbus.

Jahe sendiri banyak digunakan untuk menambah cita rasa pada makanan, minuman, dan bahkan untuk beberapa ramuan tradisional yang menyehatkan tubuh.

"Banyak herbal dan rempah-rempah tidak hanya memberikan rasa tetapi juga kaya akan antioksidan. Sedikit saja sudah cukup manfaatnya," kata ahli diet di Los Angeles dan juru bicara Academy of Nutrition and Dietetics, Vandana Sheth, dikutip dari Healthdigest.

Menurut Vandana, jahe juga mengandung gingerol, salah satu senyawa kuat dan pedas.

Lantas, apa yang terjadi pada tubuh jika mengonsumsi jahe setiap hari?

Penjelasan lebih lengkap soal efek mengonsumsi jahe pada tubuh setiap hari dapat disimak pada berita berikut:

Ini yang Terjadi pada Tubuh jika Mengonsumsi Jahe Setiap Hari

3. Apa kesitimewaan terusan Panama?

Unggahan yang menceritakan mahalnya biaya melewati Terusan Panama, viral di media sosial.

Unggahan tersebut salah satunya dibagikan akun X (dulu Twitter) @kegblgnunfaedh, Minggu (3/12/2023).

Dalam unggahannya, diceritakan seorang pelaut asal Indonesia menunjukkan tarif melintasi Terusan Panama.

"Sekali lewat biayanya capai Rp 5 miliar," tulis pengunggah.

Hingga Senin (4/12/2023), unggahan tersebut tayang sebanyak 2,2 juta kali, dibagikan ulang 1.000 kali, dan disukai 16.000 warganet.

Informasi lebih lengkapnya terkait keistimewaan terusan Panama dapat disimak pada berita berikut:

Kapal Harus Bayar Miliaran Rupiah Sekali Lewat, Apa Keistimewaan Terusan Panama?

4. 20 perguruan tinggi terbaik Indonesia 2024

Gedung Rektorat Universitas Indonesia (UI) di Depok, Jawa Barat.KOMPAS.com/ERWIN HUTAPEA Gedung Rektorat Universitas Indonesia (UI) di Depok, Jawa Barat.

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) merilis daftar perguruan tinggi terbaik di Indonesia berdasarkan pemeringkatan QS Asia University Rankings 2024 per 8 November 2023.

Perguruan tinggi negeri (PTN) di beberapa kota di Pulau Jawa mendominasi daftar perguruan tinggi terbaik di Indonesia.

"Di tingkat regional Asia, menurut QS Asia University Rankings 2024, sebanyak 42 perguruan tinggi Indonesia masuk ke pemeringkatan dari total 857 universitas dan 25 negara," tulis Ditjen Diktiristek melalui akun Instagram resminya @ditjen.dikti.

"Di level Asia Tenggara, 4 perguruan tinggi Indonesia bahkan menempati posisi 20 besar," tambahnya.

Informasi lebih lengkap perihal 20 perguruan tinggi terbaik Indonesia 2024 dapat disimak pada berita berikut:

20 Perguruan Tinggi Terbaik Indonesia Versi QS Asia University Rangking 2024, Tiga Besar Ada UI, UGM, dan ITB

5. Penyebab Gunung Marapi meletus tiba-tiba

Gunung Marapi yang mengeluarkan abu vulkanik terlihat dari Nagari Batu Palano, Agam, Sumatera Barat, Senin (4/12/2023). Gunung dengan ketinggian 2.891 mdpl itu mengalami beberapa kali erupsi dan embusan sejak Minggu (3/12/2023) dengan status berdasarkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yakni waspada level II.  ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra Gunung Marapi yang mengeluarkan abu vulkanik terlihat dari Nagari Batu Palano, Agam, Sumatera Barat, Senin (4/12/2023). Gunung dengan ketinggian 2.891 mdpl itu mengalami beberapa kali erupsi dan embusan sejak Minggu (3/12/2023) dengan status berdasarkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yakni waspada level II.

Gunung Marapi yang terletak di Kabupaten Agam dan Tanah Datar, Sumatera Barat, meletus pada Minggu (3/12/2023) pukul 14.54 WIB.

Letusan tidak hanya menimbulkan suara letusan dan hujan abu, tetapi juga menewaskan 11 pendaki.

Dilansir dari Kompas.com, Senin (4/12/2032), terdapat 75 orang yang sedang mendaki ketika Gunung Marapi meletus.

Letusan gunung setinggi 2.891 meter itu disebut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) tidak didahului oleh peningkatan gempa vulkanik yang signifikan.

Hal tersebut disampaikan PVMBG dalam keterangan resminya pada Minggu terkait update letusan Gunung Marapi.

PVMBG juga mengatakan, meletusnya Gunung Marapi menyebabkan kolom abu setinggi 5.891 meter di atas permukaan laut.

Penjelasan lebih lengkap perihal mengapa Gunung Marapi meletus tiba-tiba dapat disimak pada berita berikut:

Penyebab Gunung Marapi Meletus Tiba-tiba Tanpa Didahului Aktivitas Vulkanik, Ini Penjelasan PVMBG

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

NASA Akan Bangun Jalur Kereta Api di Bulan untuk Memudahkan Kerja Astronot

NASA Akan Bangun Jalur Kereta Api di Bulan untuk Memudahkan Kerja Astronot

Tren
Pasien Pertama Penerima Donor Ginjal Babi Meninggal Dunia, Sempat Bertahan Hidup 2 Bulan

Pasien Pertama Penerima Donor Ginjal Babi Meninggal Dunia, Sempat Bertahan Hidup 2 Bulan

Tren
Peneliti Ungkap Ras Kucing yang Miliki Harapan Hidup Paling Lama, Jenis Apa?

Peneliti Ungkap Ras Kucing yang Miliki Harapan Hidup Paling Lama, Jenis Apa?

Tren
Bagaimana Nasib Uang Nasabah Paytren Pasca Ditutup? Ini Kata Yusuf Mansur

Bagaimana Nasib Uang Nasabah Paytren Pasca Ditutup? Ini Kata Yusuf Mansur

Tren
Jaringan Sempat Eror Disebut Bikin Layanan Terhambat, BPJS Kesehatan: Tetap Bisa Dilayani

Jaringan Sempat Eror Disebut Bikin Layanan Terhambat, BPJS Kesehatan: Tetap Bisa Dilayani

Tren
Seekor Kucing Mati Setelah Diberi Obat Scabies Semprot, Ini Kronologi dan Penjelasan Dokter Hewan

Seekor Kucing Mati Setelah Diberi Obat Scabies Semprot, Ini Kronologi dan Penjelasan Dokter Hewan

Tren
Riwayat Kafe Xakapa di Lembah Anai, Tak Berizin dan Salahi Aturan, Kini 'Tersapu' oleh Alam

Riwayat Kafe Xakapa di Lembah Anai, Tak Berizin dan Salahi Aturan, Kini "Tersapu" oleh Alam

Tren
Video Viral Detik-detik Petugas Damkar Tertabrak hingga Kolong Mobil

Video Viral Detik-detik Petugas Damkar Tertabrak hingga Kolong Mobil

Tren
Izin Paytren Aset Manajemen Dicabut OJK, Ini Alasannya

Izin Paytren Aset Manajemen Dicabut OJK, Ini Alasannya

Tren
Kelas BPJS Kesehatan Dihapus, Kemenkes Sebut KRIS Sudah Bisa Diterapkan

Kelas BPJS Kesehatan Dihapus, Kemenkes Sebut KRIS Sudah Bisa Diterapkan

Tren
Paus Fransiskus Umumkan 2025 sebagai Tahun Yubileum, Apa Itu?

Paus Fransiskus Umumkan 2025 sebagai Tahun Yubileum, Apa Itu?

Tren
Bisakah Cairkan JHT BPJS Ketenagakerjaan Tanpa Paklaring Usai Resign?

Bisakah Cairkan JHT BPJS Ketenagakerjaan Tanpa Paklaring Usai Resign?

Tren
Apa Itu Gerakan Blockout 2024 yang Muncul Selepas Met Gala dan Merugikan Taylor Swift juga Zendaya?

Apa Itu Gerakan Blockout 2024 yang Muncul Selepas Met Gala dan Merugikan Taylor Swift juga Zendaya?

Tren
Balon Udara Meledak di Ponorogo, Korban Luka Bakar 63 Persen, Polisi: Masuk Ranah Pidana

Balon Udara Meledak di Ponorogo, Korban Luka Bakar 63 Persen, Polisi: Masuk Ranah Pidana

Tren
Warga Korsel Dilaporkan Hilang di Thailand dan Ditemukan di Dalam Tong Sampah yang Dicor Semen

Warga Korsel Dilaporkan Hilang di Thailand dan Ditemukan di Dalam Tong Sampah yang Dicor Semen

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com