Kompas.com - 07/03/2022, 17:37 WIB

KOMPAS.com - Sebuah unggahan calon pembeli yang mengaku ditipu Rp 47 juta oleh pegawai di diler Honda MT Haryono, Jakarta Selatan, viral di media sosial pada Sabtu (5/3/2022).

Dalam unggahan juga dilengkapi beberapa bukti dokumen dan bukti transaksi yang dilakukan calon konsumen kepada pegawai tersebut.

Disebutkan bahwa konsumen bernama Yunita tidak mengetahui jika orang yang melayaninya saat membeli mobil di diler resmi Honda itu belakangan menggelapkan uang pembayaran. 

Hingga Senin (7/3/2022), unggahan itu sudah disukai sebanyak 360 kali oleh pengguna Instagram lainnya.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Yunita Sari (@_yunita_sari_)

Lalu, bagaimana kronologi Yunita mengaku ditipu oleh oknum yang mengaku sebagai karyawan di diler resmi Honda?

Baca juga: Unggahan Calon Konsumen Mengaku Kena Tipu di Diler Honda MT Haryono

Tertarik dengan iklan mobil di OLX

Kejadian bermula saat Yunita mengaku tertarik dengan salah satu mobil merek Honda yang ditawarkan di salah satu e-commerce OLX pada Sabtu (5/2/2022).

"Buka OLX ada iklan Honda, nah saya lihat ada jual mobil, saya simpen nomornya dan lanjut ke WhatsApp," ujar Yunita saat dihubungi Kompas.com, Senin (7/3/2022).

Dia memastikan nomor tersebut adalah yang menjual mobil Honda seperti yang di iklan dan mengaku bernama Ruhan.

Singkat cerita, Ruhan mengajak Yunita untuk datang ke showroom untuk melihat unit mobil yang dicarinya.

Datang ke diler resmi Honda

Kemudian, Yunita menyepakati untuk datang ke diler Honda MT Haryono pada Minggu (6/2/2022) pukul 10.00 WIB.

"Besoknya saya datang tuh ke diler MT Haryono, saya nyampe, terus dia (Ruhan) keluar dari diler, saya masuk diler, Ruhan ngasih kartu nama," ujar Yunita.

Yunita menceritakan, penampilan Ruhan tidak mencurigakan, yaitu berpakaian lengkap seragam Honda, memakai ID karyawan Honda. 

Kemudian, Yunita diantar melihat-lihat unit Brio yang ada saat itu. Selama 1 jam, ia melihat, mengecek unit, dan meminta untuk test drive.

Ketika Yunita sedang mengecek unit, datang Dedi Ashadi yang dikenalkan sebagai supervisor.

Setelah selesai mengecek unit, Ruhan menawarkan untuk upgrade tipe dari E menjadi RS, dan mereka melanjutkan diskusi di dalam ruangan diler.

Yunita dan suaminya, beserta Ruhan berdiskusi di dalam ruangan, sementara Dedi Ashadi duduk di meja yang letaknya tidak jauh dari posisi ruangan tersebut.

Transfer Rp 10 juta ke rekening Dedi Ashadi

Dalam diskusi itu, Yunita menjelaskan ada 3 poin inti dari hasil diskusi.

Pertama, Ruhan mengatakan ia menawarkan diskon Rp 8 juta untuk pembelian cash, sementara Yunita minta tambah diskon jadi Rp 10 juta.

Kedua, harga upgrade tipe E ke RS dikenakan Rp 10 juta termasuk body kit, emblem logo H, spoiler, dan lainnya. Yunita menego harga upgrade unit.

Ketiga, Ruhan mengatakan kasir tutup di hari Minggu, sehingga bagaimana cara Yunita bisa melunasi mobil yang akan dia beli.

Setelah diskusi, Ruhan menuju ke meja Dedi untuk menkoordinasikan permintaan calon konsumennya.

"Dia (Ruhan) ke meja pak Dedi, nah Ruhan ada 3 kali bolak-balik ke meja pak Dedi. Nah, meja pak Dedi ini enggak jauh dari posisi saya duduk, tapi saya tidak bisa mendengarkan secara langsung obrolan mereka berdua," ujar Yunita.

Kemudian, Ruhan dan Dedi menyetujui untuk mendiskon unit mobil Brio sesuai permintaan Yunita yakni Rp 10 juta.

Namun, untuk upgrade mobil hanya mentok di angka Rp 7 juta, dari sebelumnya Rp 10 juta.

Setelah deal dengan harga dan diskonan, Yunita pun bertanya bagaimana ia bisa membayar DP unit.

"'Ini kan hari Minggu, kasir tutup, bu, gimana ya, ibu besok bisa datang lagi enggak?', kata Ruhan begitu, saya bilang enggak bisa hari Senin," ujar Yunita.

"'Ibu mau enggak transfer ke rekening pak Dedi Supervisor? Percaya enggak, bu, kalau kayak gitu,' dia bilang begitu. Lalu saya tanya, 'kok gitu?'" terang Yunita.

Yunita mengungkapkan, saat itu Ruhan mengaku bahwa selama ini uang yang ditransfer dari rekening Dedi Ashadi bakal disetor ke kasir pada Senin (7/2/2022), dan konsumen akan diberikan kuitansi pembayaran.

Dari penjelasan itu, Yunita menurut saja. Ia pun melakukan transfer Rp 10 juta ke rekening Dedi Ashadi, dengan keterangan: DP Brio atas nama Yunita Sari.

Selesai transfer, Yunita diminta nomor KTP dan NPWP untuk membuat Surat Pemesanan Kendaraan (SPK).

Ia juga mengaku telah melakukan tanda tangan di form SPK berwarna putih, pink, dan biru. SPK berwarna putih kemudian dibawa pulang Yunita dari dealer sebagai bukti sudah melakukan booking fee dan pemesanan.

Sementara yang rangkap biru dan pink disebut akan diserahkan Ruhan kepada bagian-bagian administrasi terkait.

Baca juga: Korban Penipuan Kasus Diler Honda MT Haryono Sudah Lapor Polisi

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.