Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 03/03/2022, 06:30 WIB
Dandy Bayu Bramasta,
Rizal Setyo Nugroho

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Hari Raya Nyepi merupakan tahun baru Saka yang dirayakan umat Hindu Nusantara dengan cara menyepi. Hari Raya Nyepi 2022 jatuh pada Kamis (3/2/2022).

Saat Nyepi, seluruh warga Bali maupun wisatawan yang ada di pulau tersebut harus berdiam di rumah dan tidak melakukan aktivitas di luar.

Umat Hindu Bali merayakan Nyepi dengan tapa brata penyepian atau empat pantangan.

Empat larangan saat Nyepi yang dilakukan selama tapa brata penyepian adalah amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian), amati geni (tidak menyalakan api), dan amati lelanguan (tidak bersenang-senang).

Baca juga: Besok Hari Raya Nyepi 2022, Apakah Libur Tanggal Merah?

Rangkaian acara Nyepi

Dilansir dari indonesiabaik.id, umat Hindu selama Nyepi akan melakukan rangkaian acara yang terdiri dari:

1. Tawur

Tawur memiliki arti dalam bahasa Jawa sama dengan saur, dalam bahasa Indonesia berarti melunasi hutang.

Di setiap catus pata (perempatan) desa atau pemukiman mengandung lambang untuk menjaga keseimbangan.

Baca juga: 18 Ucapan Hari Raya Nyepi 2022, Twibbon, hingga Sejarah Nyepi

2. Upacara Melasti

Biasanya dilakukan selambat-lambatnya pada tilem (bulan mati) sore hari.

Inti dari acara ini adalah menyucikan Bhuana Alit (alam manusia) dan Bhuana Agung (alam semesta).

Kegiatan ini dilakukan di sumber air suci kelebutan, campuan, patirtan, dan segara.

3. Amati Geni

Ada empat pantangan yang wajib diikuti pada saat hari raya Nyepi, salah satunya adalah Amati Geni yang berarti berpantang menyalakan api.

Baca juga: Daftar Tanggal Merah Maret 2022: Ada Libur Hari Raya Nyepi

Halaman Berikutnya
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Melihat Ritual dan Tradisi Pernikahan di India...

Melihat Ritual dan Tradisi Pernikahan di India...

Tren
Kereta Api atau Ambulans, Mana yang Lebih Diprioritaskan untuk Melintas Lebih Dulu?

Kereta Api atau Ambulans, Mana yang Lebih Diprioritaskan untuk Melintas Lebih Dulu?

Tren
Merunut Awal Mula Suara PSI yang Tiba-tiba Naik Drastis...

Merunut Awal Mula Suara PSI yang Tiba-tiba Naik Drastis...

Tren
Perolehan Suara Partai Pileg DPR RI 2024 Berdasarkan Hasil Real Count KPU, Data 65,87 Persen

Perolehan Suara Partai Pileg DPR RI 2024 Berdasarkan Hasil Real Count KPU, Data 65,87 Persen

Tren
UPDATE: Perolehan Suara Pasangan Capres-Cawapres Pemilu 2024 dari Hasil Real Count KPU, Data 78,09 Persen

UPDATE: Perolehan Suara Pasangan Capres-Cawapres Pemilu 2024 dari Hasil Real Count KPU, Data 78,09 Persen

Tren
Daftar Provinsi yang Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor pada Maret 2024

Daftar Provinsi yang Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor pada Maret 2024

Tren
Meski Jadi Provinsi dengan Keluarga Paling Bahagia di Indonesia, Angka Stunting di Aceh Masih Tinggi

Meski Jadi Provinsi dengan Keluarga Paling Bahagia di Indonesia, Angka Stunting di Aceh Masih Tinggi

Tren
Ilmuwan Temukan Gunung Bawah Laut, Tingginya Tiga Kali Burj Khalifa

Ilmuwan Temukan Gunung Bawah Laut, Tingginya Tiga Kali Burj Khalifa

Tren
Gadis Gowa Diperkosa Anak Pejabat di Mobil Dinas Orangtuanya

Gadis Gowa Diperkosa Anak Pejabat di Mobil Dinas Orangtuanya

Tren
Sosok Mukesh Ambani, Orang Terkaya di Asia yang Gelar Pesta Pranikah Mewah untuk Anaknya

Sosok Mukesh Ambani, Orang Terkaya di Asia yang Gelar Pesta Pranikah Mewah untuk Anaknya

Tren
BPJS Kesehatan Nonaktif Setelah Resign, Apakah Peserta Harus Daftar Lagi?

BPJS Kesehatan Nonaktif Setelah Resign, Apakah Peserta Harus Daftar Lagi?

Tren
Waktu Sarapan dan Makan Malam Terbaik untuk Menghilangkan Lemak Perut, Pukul Berapa?

Waktu Sarapan dan Makan Malam Terbaik untuk Menghilangkan Lemak Perut, Pukul Berapa?

Tren
Pria Ini Habiskan Rp 34 Juta agar Istri Bisa Nonton Taylor Swift

Pria Ini Habiskan Rp 34 Juta agar Istri Bisa Nonton Taylor Swift

Tren
Daftar Negara dengan Tingkat Obesitas Tertinggi Dunia 2024, Ada Indonesia?

Daftar Negara dengan Tingkat Obesitas Tertinggi Dunia 2024, Ada Indonesia?

Tren
Bisakah Iuran BPJS Kesehatan Disetop agar Tunggakan Tidak Bertambah? Berikut Penjelasannya

Bisakah Iuran BPJS Kesehatan Disetop agar Tunggakan Tidak Bertambah? Berikut Penjelasannya

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com