Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 30/10/2021, 10:32 WIB

KOMPAS.com - Wacana hukuman mati bagi koruptor kembali muncul ke permukaan.

Kali ini, Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin mengkaji kemungkinan penerapan hukuman tersebut.

Rencana ini dilatarbelakangi oleh perkara-perkara korupsi besar yang ditangani Kejaksaan Agung (Kejagung), seperti kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya dan PT Asbari.

Baca juga: Pusaran Kasus Korupsi Jiwasraya dan Dugaan Korupsi di PT Asabri

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengatakan, kemungkinan penerapan hukuman mati ini untuk memberi rasa keadilan dalam penuntutan perkara.

"Tentu penerapannya harus tetap memperhatikan hukum positif yang berlaku serta nilai-nilai hak asasi manusia (HAM)," kata dia.

Rencana pemberian hukuman mati bagi koruptor bukan barang baru di Indonesia. Sayangnya, rencana itu hanya sebatas wacana dan tak pernah terealisasi.

Baca juga: Edhy Prabowo dan Mengapa Masih Ada Pejabat yang Doyan Korupsi?

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Makna dari Gaun Terbalik Karya Viktor & Rolf di Paris Fashion Week

Makna dari Gaun Terbalik Karya Viktor & Rolf di Paris Fashion Week

Tren
Benarkah Perempuan Haid Wajib Minum Obat Tambah Darah? Ini Kata Dokter

Benarkah Perempuan Haid Wajib Minum Obat Tambah Darah? Ini Kata Dokter

Tren
Ramai soal Pakan Kucing Eceran Tidak Bersertifikasi, Ini Kata Dokter

Ramai soal Pakan Kucing Eceran Tidak Bersertifikasi, Ini Kata Dokter

Tren
Jadi Trending di Twitter, Apa Itu 'Breakout'?

Jadi Trending di Twitter, Apa Itu "Breakout"?

Tren
Mengenal Impetigo, Infeksi Kulit yang Kerap Menyerang Anak-anak

Mengenal Impetigo, Infeksi Kulit yang Kerap Menyerang Anak-anak

Tren
Benarkah Jus Lemon Bisa Digunakan Meredakan Asam Urat?

Benarkah Jus Lemon Bisa Digunakan Meredakan Asam Urat?

Tren
Tidak Bisa Sembarangan, Simak Aturan Konvoi agar Tidak Membahayakan

Tidak Bisa Sembarangan, Simak Aturan Konvoi agar Tidak Membahayakan

Tren
Ramai soal Imbauan Konsumsi 1 Telur Tiap Hari untuk Cegah Stunting, Ini Saran Pakar Gizi

Ramai soal Imbauan Konsumsi 1 Telur Tiap Hari untuk Cegah Stunting, Ini Saran Pakar Gizi

Tren
Viral, Video Cara Hilangkan Suara Berdesis Tabung Elpiji Pakai Karet Gelang, Ini Kata Pertamina

Viral, Video Cara Hilangkan Suara Berdesis Tabung Elpiji Pakai Karet Gelang, Ini Kata Pertamina

Tren
Ramai soal Penumpang Menumpuk di Stasiun Manggarai, Ini Kata KCI hingga Kemenhub

Ramai soal Penumpang Menumpuk di Stasiun Manggarai, Ini Kata KCI hingga Kemenhub

Tren
Ramai soal Penipuan Berkedok Tukang Foto dengan Korban Jemaah Umrah, KJRI Beri Penjelasan

Ramai soal Penipuan Berkedok Tukang Foto dengan Korban Jemaah Umrah, KJRI Beri Penjelasan

Tren
Saat Banjir dan Longsor Terjang Kota Manado, 1 Orang Meninggal

Saat Banjir dan Longsor Terjang Kota Manado, 1 Orang Meninggal

Tren
Video Viral Mesin ATM Bisa Setor Tarik Rp 10.000, Ini Kata Bank Mandiri

Video Viral Mesin ATM Bisa Setor Tarik Rp 10.000, Ini Kata Bank Mandiri

Tren
Viral, Video Tujuh Sayur yang Tak Bisa Dipanaskan Ulang karena Memicu Keracunan, Benarkah Informasi Itu?

Viral, Video Tujuh Sayur yang Tak Bisa Dipanaskan Ulang karena Memicu Keracunan, Benarkah Informasi Itu?

Tren
Menilik Fenomena Penjualan Kaus Kaki dan Pakaian Dalam Bekas, Apa Pemicunya?

Menilik Fenomena Penjualan Kaus Kaki dan Pakaian Dalam Bekas, Apa Pemicunya?

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+