Kompas.com - 04/09/2021, 16:00 WIB
Ilustrasi vaksin Pfizer. Studi dunia nyata tunjukkan keamanan vaksin dan efek samping vaksin Pfizer. Penelitian di Israel menunjukkan, vaksin Covid-19 mRNA ini aman, dengan tingkat efek samping berat yang relatif kecil. SHUTTERSTOCK/Daniel ChetroniIlustrasi vaksin Pfizer. Studi dunia nyata tunjukkan keamanan vaksin dan efek samping vaksin Pfizer. Penelitian di Israel menunjukkan, vaksin Covid-19 mRNA ini aman, dengan tingkat efek samping berat yang relatif kecil.

KOMPAS.com - Sejumlah negara mulai mempertimbangkan untuk menyuntikkan vaksin booster atau suntikan tambahan untuk meningkatkan daya imun tubuh terhadap virus Covid-19.

Suntikan tambahan ini digaungkan oleh sejumlah negara untuk meningkatkan perlindungan bagi warganya selama pandemi.

Di sisi lain, World Health Organization (WHO) telah berulang kali menyerukan negara-negara kaya untuk berbuat lebih banyak dengan membantu meningkatkan akses negara berkembang pada vaksin Covid-19.

Kesenjangan distribusi vaksin global makin terpampang nyata lantaran baru sekitar 1,8 persen orang di Afrika yang divaksinasi dua dosis. Menurut Our World in Data, angka ini jauh berbeda dibandingkan dengan di Uni Eropa dan AS yang telah mencapai sekitar 50 persen.

WHO berpendapat bahwa tidak ada yang aman dari Covid-19 sampai semua orang di muka bumi aman. Sebab, semakin lama dan semakin luas virus menyebar, semakin besar peluang munculnya varian baru.

Krisis global akan semakin panjang sebelum pandemi benar-benar berakhir.

Penasihat khusus WHO, Dr Bruce Aylward, mengatakan penundaan booster vaksin Covid-19 itu adalah bentuk seruan kepada negara kaya agar menahan kebijakan mereka.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sampai dan kecuali kita membuat seluruh dunia mendapatkannya (vaksin Covid-19) dalam perang melawan pandemi. Seperti yang telah kita lihat dari munculnya varian demi varian (Covid-19), kita tidak bisa keluar darinya, kecuali seluruh dunia keluar darinya bersama-sama,” kata Aylward.

Meski begitu, beberapa negara tetap keukeuh merancang penyuntikan booster vaksin Covid-19, termasuk mencampur kombinasi vaksin bagi warga mereka.

Baca juga: WHO Minta Negara Kaya Dunia Tunda Program Booster Vaksin Covid-19

Negara mana sajakah itu? Untuk siapa vaksin tambahan itu ditujukan?

Singapura

Mengikuti langkah sejumlah negara, Singapura mengumumkan rencana pemberian boostervaksin Covid-19 untuk menghadapi wabah baru yang didorong oleh varian Delta.

Menurut para pejabat terkait pada Jumat (3/9/2021), hal ini dilakukan karena kasus Covid-19 di Singapura masih meningkat meskipun tingkat vaksinasi juga tinggi.

Kementerian Kesehatan Singapura menyatakan bahwa komite ahli telah merekomendasikan dosis ketiga untuk orang berusia 60 tahun ke atas dan yang memiliki sistem kekebalan lemah.

Dikutip dari AFP, Menteri Kesehatan Singapura Ong Ye Kung menggambarkan keputusan itu sebagai "langkah pencegahan sebelum antibodi semakin berkurang".

Untuk usia di atas 60-an, vaksin booster dapat diberikan 6-9 bulan setelah dosis kedua, yang berarti paling cepat bulan ini bagi sebagian orang, kata Ong.

Lalu bagi yang imunnya lemah, booster vaksin Covid-19 harus diberikan setelah dua bulan. Sistem kekebalan dapat dilemahkan oleh beberapa penyakit, atau oleh perawatan untuk penyakit seperti kanker.

Negeri Singa itu telah beralih ke strategi hidup berdampingan dengan virus corona, alih-alih secara teratur memberlakukan lockdown.

Baca juga: Singapura Akan Suntikkan Booster Vaksin Covid-19 ke Orang Tua dan Imunitas Lemah

 

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.