Kompas.com - 04/09/2021, 13:30 WIB
Tangkapan layar situs KPU yang menampilkan data Presiden Joko Widodo dilihat menggunakan Google Cache Google Cache situs KPUTangkapan layar situs KPU yang menampilkan data Presiden Joko Widodo dilihat menggunakan Google Cache

KOMPAS.com - Setelah ramai kasus kebocoran data 1,3 juta pengguna e-HAC, kini ramai soal bocornya sertifikat vaksin Covid-19 dan Nomor Induk Kependudukan (NIK) Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Pakar digital forensik Ruby Alamsyah menjelaskan kepada Kompas.com, Sabtu (4/9/2021), kasus ini bermula dari warganet yang menemukan NIK Jokowi di internet.

Kemudian, warganet tersebut mencoba fitur https://pedulilindungi.id/periksa-sertifikat dan memasukkan 5 data Jokowi yang dibutuhkan, yaitu nama, NIK, tanggal lahir, tanggal vaksin, dan jenis vaksin.

"Semua data tersebut dimasukkan dengan benar dan sistem Pedulilindungi menampilkan Sertifikat Vaksin Pak Jokowi. Hasil tersebut diposting di media sosial dan viral," ungkap Ruby pada Kompas.com, Sabtu (4/9/2021).

Baca juga: Pakar: Data Jokowi Bocor Bukan karena Diretas, tapi Fitur PeduliLindungi Tak Aman

Penyebab kebocoran sertifikat vaksin Jokowi

Setidaknya ada 2 penyebab bocornya sertifikat vaksin Covid-19 Jokowi.

Menurut Ruby, terdapat kesalahan fatal dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), karena masih menampilkan informasi pribadi Jokowi di lamannya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dari pantauan Ruby, NIK Jokowi ditampilkan secara utuh di situs KPU sejak 2019 sampai Jumat (3/9/2021) sore pukul 16.00 WIB.

"Situs KPU sejak tahun 2019 menampilkan informasi pribadi Calon Presiden, salah satunya pak Jokowi. Dan NIK beliau ditampilkan secara lengkap," ujar Ruby.

Bukti pendukung, lanjut Ruby, adalah situs https://infopemilu2.kpu.go.id/pilpres/calon/jokowi sudah tidak aktif sejak kemarin sore.

Namun, dari situs Google Cache bisa dilihat bahwa sebelumnya situs itu menampilkan data pribadi Jokowi yang cukup lengkap.

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.