Capai Rp 39 Juta, Ini Rincian Biaya Hotel Tempat Isoman Anggota DPR

Kompas.com - 01/08/2021, 21:24 WIB
Ilustrasi isolasi mandiri. FREEPIKIlustrasi isolasi mandiri.

KOMPAS.com - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang terinfeksi Covid-19 dengan status tanpa gejala dan bergejala ringan kini dapat menjalani isolasi mandiri (isoman) di hotel.

Biaya fasilitas isolasi di Jakarta itupun ditanggung negara. Hal itu diketahui dari surat Sekretariat Jenderal DPR tanggal 26 Juli 2021.

Sebagaimana diberitakan KOMPAS.com pada Kamis (29/7/2021), surat tersebut berisi pemberitahuan bahwa Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR telah bekerja sama dengan dua hotel di Jakarta untuk dijadikan tempat isoman bagi para anggota dewan.

"Hotel yang kerja sama dengan kami itu di Ibis Grogol dan Oasis di Atrium Senen, kita sudah lakukan MoU, tapi tentu kami berdoa ya tidak pernah digunakan tentunya, ini kan untuk prepare saja sebetulnya," kata Sekjen DPR, Indra Iskandar.

Paket isoman itu disediakan selama tujuh hari atau hingga para anggota DPR dinyatakan negatif Covid-19.

Baca juga: Fasilitas Isoman di Hotel untuk Anggota DPR dan Sense of Crisis Wakil Rakyat...

Selama menjalani isolasi, anggota DPR akan menerima sejumlah fasilitas yang lengkap, mulai dari makan tiga kali sehari, penatu tiga potong pakaian per hari, serta WiFi dan parkir gratis.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mereka pun mendapat konsultasi dokter via telepon setiap hari, kunjungan dokter atau perawat sebanyak dua hingga tiga kali, vitamin, serta satu kali tes PCR pada hari ketujuh.

Selain anggota dewan, fasilitas isoman yang itu juga dapat digunakan oleh aparatur sipil negara (ASN) dan tenaga ahli di lingkungan DPR.

Hal ini tentu mendapat kritik dari berbagai pihak, karena sampai saat ini masih banyak masyarakat yang terinfeksi Covid-19 sulit melaksanakan isoman secara layak.

Berdasarkan LaporCovid-19, hingga Kamis (22/7/2021), setidaknya 2.313 orang meninggal dunia di luar rumah sakit saat menjalani isoman.

Baca juga: Anggota DPR Minta Prioritas ICU, Pengamat: Jelas Tak Pantas dan Tidak Etis

Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Lucius Karus mengatakan, fasilitas isoman bagi anggota dewan menunjukkan bahwa mereka tidak merakyat.

"Merakyat tak hanya untuk urusan basa-basi kampanye politik, tetapi menjadi sama dengan rakyat ketika menghadapi kesulitan. Dengan kata lain, makna kata merakyat itu artinya menjiwai situasi dan kondisi rakyat dengan berempati saat rakyat menderita," ujar Lucius.

Halaman:

Sumber Kompas.com
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.