Ramai Penyemprotan Disinfektan di Jalan Raya, Epidemiolog: Tidak Efektif

Kompas.com - 10/07/2021, 12:53 WIB
Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) menyemprotkan disinfektan di sepanjang jalan protokol dari monas sampai bunderan senayan di Jakarta, Selasa (31/3/2020). Penyemprotan disinfektan dalam rangka mitigasi pencegahan virus corona (COVID-19).(KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)

(KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) menyemprotkan disinfektan di sepanjang jalan protokol dari monas sampai bunderan senayan di Jakarta, Selasa (31/3/2020). Penyemprotan disinfektan dalam rangka mitigasi pencegahan virus corona (COVID-19).(KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)

KOMPAS.com - Seiring melonjaknya kasus Covid-19 di Indonesia satu bulan terakhir, banyak upaya yang dilakukan untuk membasmi virus corona.

Salah satunya adalah menyemprotkan disinfektan di sepanjang jalan atau tempat-tempat terbuka.

Baca juga: Mengenal Apa Itu PPKM Darurat dan Bedanya dengan PPKM Mikro

Namun, apakah hal itu efektif membasmi virus corona?

Epidemiolog Griffith University Dicky Budiman mengatakan, disinfektan memiliki dampak yang sangat kecil dalam membasmi Covid-19.

"Sudah semakin terbukti bahwa itu tidak efektif. Yang bisa dilakukan ya cukup dibersihkan atau dilap saja," kata Dicky kepada Kompas.com, Sabtu (10/7/2021).

"Disinfektan itu kan tersebar dan cenderung memiliki dampak buruk pada lingkungan," sambungnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Viral, Video Motor Terbakar karena Disemprot Disinfektan, Bagaimana Bisa?

Buang-buang uang

Mobil Rantis Polres Semarang melakukan penyemprotan disinfektan di area publik untuk menekan penyebaran Covid-19.KOMPAS.com/DIAN ADE PERMANA Mobil Rantis Polres Semarang melakukan penyemprotan disinfektan di area publik untuk menekan penyebaran Covid-19.

Untuk itu, hal terbaik yang bisa dilakukan adalah membersihkan permukaan benda yang sering disentuh orang.

Sementara itu, epidemiolog dari Universitas Airlangga (Unair) Windhu Purnomo menyebut disinfektan di jalan raya hanya buang-buang uang saja.

"Jalanan kalau disemprot tidak ada gunanya, efektivitasnya kecil karena orang tidak akan berjalan di jalan raya. Terus untuk apa disemprot di situ?" kata Windhu, dikutip dari pemberitaan Kompas.com.

Baca juga: Kenali, Ini Perbedaan Batuk Biasa dengan Batuk Gejala Covid-19

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.