Kompas.com - 10/07/2021, 12:10 WIB
Ilustrasi posisi prone atau proning untuk membantu pasien Covid-19 meningkatkan saturasi oksigen. Shutterstock/Akash SainIlustrasi posisi prone atau proning untuk membantu pasien Covid-19 meningkatkan saturasi oksigen.

KOMPAS.com - Teknik proning adalah posisi tidur tengkurap yang dapat dilakukan pasien saat mengalami gangguan pernapasan.

teknik ini dapat berfungsi untuk meningkatkan kadar (saturasi) oksigen yang berada dibawah 94 persen.

Pada pasien yang menggunakan ventilator juga dapat menerapkan teknik ini untuk meningkatkan ventikasi dan memudahkan bernapas.

Bagaimana cara melakukan teknik proning?

Teknik proning dapat diprakitkan dengan cukup mudah berikut ini caranya:

1. Siapkan 3-5 bantal, dengan posisi tidur tengkurap letakkan satu bantal di bawah leher, dua bantal diantara dada hingga paha atas, dua bantal lagi di bawah tulang kering.

2. Posisi tidur dapat diubah menghadap ke kanan atau ke kiri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Panduan Melakukan Proning untuk Tingkatkan Saturasi Oksigen Pasien Covid-19

3. Tidur dengan posisi setengah duduk, bagian punggung sampai tengkuk ganjal dengan bantal.

  • Posisi ini dapat diubah setiap 30 menit dari posisi tengkurap, berbaring kanan dan kiri, lalu duduk sebelum kembali ke posisi semula (tengkurap).
  • Teknik proning dapat dikatakan sederhana dan mudah, namun beberapa hal harus diperhatikan sehingga manfaatnya dapat lebih dirasakan.
  • Pasien dapat melakukan proning jika kesulitan bernapas dan saturasi oksigen di bawah 94 persen.
  • Diperbolehkan tengkurap hingga 16 jam sehari, dalam beberapa siklus jika merasa nyaman.
  • Hindari tengkurap selama 1 jam setelah makan
  • Jumlah bantal bisa disesuaikan dengan kenyamanan dan area tekanan
  • Bila tidak nyaman proning segera dihentikan
  • Pantau jika ada luka atau cedera saat ditekan terutama di area tonjolan tulang
  • Jika melakukannya saat isolasi mandiri pantau kadar oksigen, suhu tubuh, tekanan dan gula darah.

Kelompok yang tidak boleh lakukan proning

Pasien yang mengalami kondisi seperti gangguan jantung, ibu hamil, masalah trombosis vena dalam, dan masalah tulang belakang, paha dan panggul tidak diperbolehkan untuk melakukan teknik proning.

Baca juga: Mengenal Apa Itu Proning dan Siapa Saja yang Tidak Boleh Melakukannya...

(Penulis: Retia Kartika Dewi/Editor: Sari Hardiyanto)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.