Pemerintah India Minta Twitter Hapus Twit yang Kritik Penanganan Covid-19

Kompas.com - 25/04/2021, 13:55 WIB
Anggota keluarga berduka setelah Shayam Narayan dinyatakan meninggal dunia di luar bangsal penyakit virus korona (COVID-19) di rumah sakit Guru Teg Bahadur, di tengah penyebaran penyakit tersebut di New Delhi, India, Jumat (23/4/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/DANISH SIDDIQUIAnggota keluarga berduka setelah Shayam Narayan dinyatakan meninggal dunia di luar bangsal penyakit virus korona (COVID-19) di rumah sakit Guru Teg Bahadur, di tengah penyebaran penyakit tersebut di New Delhi, India, Jumat (23/4/2021).

KOMPAS.com - Pemerintah India meminta platform media sosial Twitter untuk menghapus lusinan twit yang mengritik penanganan Covid-19 di India.

Beberapa twit di antaranya ditulis oleh anggota parlemen lokal.

India kini berada dalam cengkraman gelombang kedua Covid-19 dengan mencatatkan rekor dunia kasus harian selama tiga hari berturut-turut.

Baca juga: Catatkan Rekor Dunia Kasus Harian Covid-19 Tertinggi, Rumah Sakit di India Kirim SOS

Melansir Reuters, Minggu (25/4/2021), juru bicara Twitter mengatakan, pihaknya telah menahan beberapa twit setelah permintaan pemerintah India.

Menurut Twitter, pemerintah membuat perintah darurat untuk melakukan sensor twit.

Dalam permintaan hukum tertanggal 23 April 2021, ada 21 twit yang disebutkan, di antaranya adalah dari seorang anggota parlemen bernama Revnath Reddy, mantan menteri di negara bagian Benggala Barat bernama Moloy Ghatak, dan pembuat film Avinash Das.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pemerintah menggunakan Undang-Undang Teknologi Informasi Tahun 2000 dalam permintaannya.

"Saat kami menerima permintaan hukum yang sah, kami meninjaunya berdasarkan Peraturan Twitter dan hukum setempat," kata juru bicara Twitter.

"Jika konten melanggar aturan Twitter, konten tersebut akan dihapus dari layanan. Jika ditetapkan sebagai ilegal di yurisdiksi tertentu, tetapi tidak melanggar Aturan Twitter, kami dapat menahan akses ke konten tersebut hanya di India," lanjut jubir Twitter tersebut.

Baca juga: [KLARIFIKASI] Video Diklaim Korban Covid-19 di India Bergelimpangan di Jalanan

Ia juga mengonfirmasi bahwa Twitter telah memberitahu pemegang akun secara langsung tentang penahanan konten mereka.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X