Pemerintah India Minta Twitter Hapus Twit yang Kritik Penanganan Covid-19

Kompas.com - 25/04/2021, 13:55 WIB
Anggota keluarga berduka setelah Shayam Narayan dinyatakan meninggal dunia di luar bangsal penyakit virus korona (COVID-19) di rumah sakit Guru Teg Bahadur, di tengah penyebaran penyakit tersebut di New Delhi, India, Jumat (23/4/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/DANISH SIDDIQUIAnggota keluarga berduka setelah Shayam Narayan dinyatakan meninggal dunia di luar bangsal penyakit virus korona (COVID-19) di rumah sakit Guru Teg Bahadur, di tengah penyebaran penyakit tersebut di New Delhi, India, Jumat (23/4/2021).

Rumah sakit kewalahan

Diketahui, rumah sakit di Delhi telah memperingatkan bahwa mereka berada di titik puncak. Di Holy Family Hospital, unit perawatan intensif penuh dan tidak ada ruang yang tersedia.

"Hampir setiap rumah sakit terancam. Jika oksigen habis, tidak ada kelonggaran bagi banyak pasien," kata Dr Sumit Ray.

"Dalam beberapa menit, mereka akan mati. Anda dapat melihat pasien-pasien ini menggunakan ventilator, mereka membutuhkan oksigen aliran tinggi. Jika oksigen berhenti, kebanyakan dari mereka akan mati," sambungnya.

Rumah sakit lain telah mengeluarkan pesan SOS untuk oksigen yang berkurang hingga 30 menit.

Baca juga: Epidemiolog: Usulan Kemenkes agar WN India Dilarang Masuk Tepat, Harus Segera

Rumah Sakit Moolchand yang memiliki 135 pasien Covid-19 menyebutkan, semua rumah sakit di daerah itu berada dalam situasi yang sama.

"Kami telah mempekerjakan semua staf malam kami untuk memastikan kami menyelamatkan sebanyak mungkin nyawa," kata direktur medis Moolchand Madhu Handa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut dia, rumah sakit telah berhenti menerima pasien sampai situasinya teratasi.

Pada Jumat, Kepala Menteri Delhi Arvind Kejriwal memohon pasokan oksigen di TV langsung.

"Semua pabrik oksigen negara harus segera diambil alih oleh pemerintah melalui tentara," ujar dia.

"Oksigen, oksigen, dapatkah Anda memberikan saya oksigen? Saya bangun pagi ini karena menerima panggilan telepon yang menyedihkan dari seorang guru sekolah, yang suaminya sedang berjuang di rumah sakit," kata Handa.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X