Epidemiolog: Usulan Kemenkes agar WN India Dilarang Masuk Tepat, Harus Segera

Kompas.com - 23/04/2021, 14:50 WIB
Petugas medis mengambil sampel dari swab mulut seorang pria muda yang tes Covid-19, sementara orang-orang lainnya mengantre giliran tes di sebuah rumah sakit Hyderabad, India, pada Senin (19/4/2021). AP PHOTO/MAHESH KUMAR APetugas medis mengambil sampel dari swab mulut seorang pria muda yang tes Covid-19, sementara orang-orang lainnya mengantre giliran tes di sebuah rumah sakit Hyderabad, India, pada Senin (19/4/2021).

KOMPAS.com - Epidemiolog dari Universitas Griffith, Australia, Dicky Budiman, menilai, usulan Kemenkes agar ada larangan sementara masuk Indonesia bagi warga negara India sudah tepat.

Usulan ini disampaikan Kemenkes merespons adanya informasi banyaknya warga India yang datang ke Indonesia.

Di India, tengah terjadi lonjakan kasus Covid-19 dan ditemukan varian baru virus corona.

Baca juga: 6 Negara Batasi Perjalanan dengan India karena Covid-19, Mana Saja?

Pelarangan sementara dianggap sebagai upaya antisipasi penyebaran virus dari warga India yang datang ke Indonesia.

"Usulan ini sangat tepat dan harus segera dilakukan," kata Dicky kepada Kompas.com, Jumat (23/4/2021).

Selain Kemenkes, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) Doni Monardo yang juga Ketua Satgas Penanganan Covid-19 juga mendapat informasi adanya eksodus warga India ke Tanah Air.

Cek detil para pendatang

Dicky mengatakan, terhadap para pendatang, perlu dicek pula negara mana saja yang mereka singgahi sebelum ke Indonesia.

Menurut dia, bisa jadi Indonesia bukan negara pertama yang menjadi tujuan.

Penerbangan yang mereka gunakan juga harus dideteksi. Tidak hanya yang menjadi warga negara India yang jadi penumpang, tetapi juga kru, diplomat, semua harus di-screening tanpa kecuali. 

Dicky menyebutkan, fenomena masuknya warga negara India ke Indonesia kemungkinan karena mereka menganggap Indonesia relatif "aman".

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X