[KLARIFIKASI] Benarkah Nama di Surat Vaksinasi Harus Sesuai Paspor?

Kompas.com - 20/03/2021, 13:38 WIB
Ilustrasi Klarifikasi KOMPAS.com/Akbar Bhayu TamtomoIlustrasi Klarifikasi
Penulis Tim Cek Fakta
|
EditorTim Cek Fakta
klarifikasi

klarifikasi!

Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, ada yang perlu diluruskan terkait informasi ini.

KOMPAS.com - Di media sosial, beredar informasi yang menyebut bahwa nama penerima vaksin yang dicantumkan pada surat vaksinasi harus sama dengan nama yang tertuang di paspor.

Informasi yang menyebar di Facebook itu berupa foto dengan gambar latar belakang paspor Republik Indonesia dan memuat sejumlah narasi.

Dari penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, ada yang perlu diluruskan terkait informasi tersebut.

Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM menegaskan, pihaknya hingga saat ini tidak mengeluarkan aturan tersebut.

Selain itu, sertifikat vaksinasi dikeluarkan oleh instansi yang berbeda, dalam hal ini Kementerian Kesehatan, bukan Ditjen Imigrasi.

Narasi yang beredar

Informasi tersebut disebarkan oleh sejumlah warganet di media sosial Facebook.

Di antaranya, yakni akun Facebook Nana Susanti, Yulia Ni, Neng Faj, dan Iskandar Zulkarnain Isz.

Berikut narasi yang dicantumkan di bawah gambar latar belakang paspor RI.

"Yang vaksin jangan lupa kalau bisa sesuaikan surat vaksin nanti itu namanya sesuai paspor (Jikalau nama kamu di KTP beda dengan passport). Jadi kalau nanti pas vaksin bawa both, tapi minta nama sesuai dengan passport saja," tulis postingan tersebut.

Tangkapan layar unggahan yang menyebut nama penerima vaksin di surat vaksinasi harus sama dengan nama yang tertuang di paspor.FACEBOOK Tangkapan layar unggahan yang menyebut nama penerima vaksin di surat vaksinasi harus sama dengan nama yang tertuang di paspor.

Penelusuran Kompas.com

Kepala Subbagian Humas Ditjen Imigrasi Ahmad Nur Saleh menegaskan, Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM tidak mengeluarkan aturan terkait hal tersebut.

HOAKS ATAU FAKTA?

Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini

closeLaporkan Hoaks checkCek Fakta Lain
Berkat konsistensinya, Kompas.com menjadi salah satu dari 49 Lembaga di seluruh dunia yang mendapatkan sertifikasi dari jaringan internasional penguji fakta (IFCN - International Fact-Checking Network). Jika pembaca menemukan Kompas.com melanggar Kode Prinsip IFCN, pembaca dapat menginformasikannya kepada IFCN melalui tombol di bawah ini.
Laporkan
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X