Sepakati Pembelian 40 Juta Dosis Vaksin Pfizer, Berapa Kebutuhan Vaksin Covax?

Kompas.com - 25/01/2021, 20:00 WIB
Kanada telah mendapatkan cukup vaksin untuk memvaksinasi seluruh penduduknya sebanyak lima kali. REUTERS via BBC INDONESIAKanada telah mendapatkan cukup vaksin untuk memvaksinasi seluruh penduduknya sebanyak lima kali.

KOMPAS.com - Inisiatif global untuk memastikan vaksin Covid-19 bagi seluruh negara di dunia atau Covid-19 Vaccines Global Access ( Covax) telah menandatangani perjanjian pembelian 40 juta dosis kandidat vaksin Pfizer-BioNTech.

Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO) telah mengeluarkan daftar penggunaan darurat untuk vaksin Pfizer-BioNTech.

Peluncuran vaksin ditandai dengan berhasilnya negosiasi dan pelaksanaan perjanjian pasokan.

Baca juga: Australia Izinkan Penggunaan Vaksin Pfizer, Vaksinasi Dimulai Februari

Mempercepat ketersediaan vaksin

Melansir situs WHO, Covax, yang dipimpin bersama oleh CEPI, Gavi dan WHO, bekerja sama dengan UNICEF, Bank Dunia, produsen vaksin negara maju dan berkembang, serta lainnya, mempunyai misi mempercepat ketersediaan awal vaksin ke negara-negara berpenghasilan rendah dan membantu mengakhiri pandemi Covid-19.

"Peluncuran vaksin yang mendesak dan adil bukan hanya keharusan moral, tapi juga keamanan kesehatan, keharusan strategis dan ekonomi," kata Direktur Jenderal WHO Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam keterangan tertulis.

"Perjanjian dengan Pfizer ini akan membantu memungkinkan Covax menyelamatkan nyawa, menstabilkan sistem kesehatan, dan mendorong pemulihan ekonomi global," lanjutnya.

Baca juga: Moderna Kaji Adanya Reaksi Alergi terhadap Vaksin Covid-19

100 juta dosis vaksin SSI

Sebelumnya Covax juga mengonfirmasi akan menggunakan opsi, melalui perjanjian dengan Serum Institute of India (SII), produsen vaksin AstraZeneca/Oxford, untuk menerima 100 juta dosis pertama.

Dari 100 juta dosis pertama tersebut, sebagian besar dialokasikan untuk pengiriman pada kuartal pertama tahun 2021, yang saat ini tengah menunggu Daftar Penggunaan Darurat WHO.

Proses peninjauan WHO, yang sedang berlangsung, mengikuti persetujuan untuk penggunaan terbatas dalam situasi darurat.

Ini menjadi aspek penting untuk memastikan bahwa setiap vaksin yang diperoleh melalui Covax dijamin kualitasnya dalam penggunaan internasional.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X