Moderna Kaji Adanya Reaksi Alergi terhadap Vaksin Covid-19

Kompas.com - 22/01/2021, 06:32 WIB
Tanda masuk ke kantor Moderna di Norwood, Massachussets, Amerika Serikat. Moderna telah melakukan uji coba vaksin corona ke manusia pada awal Maret. Foto diambil pada 25 Februari 2020. CJ GUNTHER/EPA-EFETanda masuk ke kantor Moderna di Norwood, Massachussets, Amerika Serikat. Moderna telah melakukan uji coba vaksin corona ke manusia pada awal Maret. Foto diambil pada 25 Februari 2020.

KOMPAS.com - Perusahaan bioteknologi yang menciptakan mRNA sintesis di Inggris, Moderna mengatakan bahwa pihaknya sedang mengkaji mengenai kemungkinan adanya reaksi pada vaksin Covid-19 buatannya.

Dilansir dari Reuters (20/1/2021), tanggapan itu muncul setelah Moderna menerima laporan dari Departemen Kesehatan California bahwa beberapa orang di sebuah pusat di San Diego dirawat karena kemunginan mengalami reaksi alergi terhadap vaksin Covid-19.

Adapun laporan itu diterima oleh pihak Moderna pada Selasa (19/1/2021).

Baca juga: Simak 3 Gejala Baru Covid-19, dari Anosmia hingga Parosmia

Sebelumnya, para ahli epidemiologi California mengeluarkan pernyataan yang merekomendasikan penyedia untuk menghentikan vaksinasi dari lot no. 41L20A karena kemungkinan adanya reaksi alergi yang sedang diselidiki pada Minggu (17/1/2021).

"Jumlah kemungkinan reaksi alergi dilaporkan lebih tinggi dari biasanya, dengan jumlah vaksin Moderna tertentu yang diberikan di satu klinik vaksinasi komunitas," ujar ahli epidemiologi dalam sebuah pernyataan.

"Bahkan kurang dari 10 orang membutuhkan perawatan medis selama rentang waktu 24 jam," lanjut dia.

Baca juga: Melihat Perbedaan Vaksin Buatan AS dengan Vaksin Buatan China, Ini Rinciannya...

Mengonfirmasi hal tersebut, pembuat vaksin mengungkapkan bahwa mereka tidak mengetahui apakah ada kasus reaksi alergi serupa terjadi dan berdampak buruk dari pusat vaksinasi lain, yang mungkin mendapatkan vaksin dari lot sama atau dari lot lainnya.

Moderna menyampaikan, ada 307.300 dosis dari lot yang masih disimpan.

Adapun total vaksin yang diproduksi dalam batch tersebut sebanyak 1.272.200 dosis.

Di samping itu, Moderna juga mengungkapkan bahwa pihaknya bekerja sama dengan regulator kesehatan AS untuk memahami kasus-kasus tersebut atau menghentikan penggunaan lot.

Baca juga: Melihat Efektivitas Vaksin Covid-19 yang Telah Diumumkan, dari Pfizer-BioNTech hingga Sinovac

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X