Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dari Sekian Jenis Tes Covid-19, Mana yang Paling Akurat?

Kompas.com - 19/12/2020, 12:33 WIB
Tita Meydhalifah,
Sari Hardiyanto

Tim Redaksi

Hasil penelitian pun menunjukkan bahwa antibodi seseorang dapat berkurang dalam beberapa bulan.

Apabila tes antibodi menunjukkan hasil positif, maka hal tersebut menunjukkan bahwa pernah terpapar virus, namun belum tentu untuk saat ini masih terinfeksi oleh virus

Jenis tes ini memiliki false-negative cukup tinggi karena tubuh membutuhkan sekitar satu hingga dua minggu untuk menghasilkan antibodi.

Tingkat false-negative dari tes ini dapat mencapai 20-30 persen atau tergantung pada pengujian dan kapan seseorang terkena infeksi.

Baca juga: Ramai soal Penerima Vaksin Gratis Covid-19 Harus Jadi Peserta BPJS Aktif, Benarkah?

2. Tes antigen

Tes ini dilakukan dengan mengusap hidup atau tenggorokan untuk mengidentifikasi adanya fragmen protein (antigen) dari virus corona

Lama waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan hasil tes cukup cepat, hanya beberapa menit.

Dikutip dari laman Johns Hopkins University (18/11/2020), tes antigen tidak direkomendasikan untuk orang tanpa gejala karena jenis tes ini hanya digunakan untuk keadaan darurat dan pasien yang bergejala dalam kisaran lima hari. 

Baca juga: Kaleidoskop 2020: Sejumlah Hoaks soal Vaksin Covid-19

Hasil dari tes antigen ini lebih sering menunjukkan false-negative dibandingkan tes molekuler. Oleh karena itu, FDA kurang menyarankan tes antigen sebagai satu-satunya metode yang digunakan.

Namun, karena tes antigen dianggap lebih cepat dan tidak menggunakan teknologi yang terlalu rumit, banyak orang tetap menggunakan tes antigen.

Melihat banyaknya minat terhadap jenis tes ini, beberapa ahli merekomendasikan untuk melakukan tes secara berulang untuk meminimalisir potensi false-negative.

Oleh karena itu, diperlukan rangkaian tes lain seperti tes ulang dengan jenis tes molekuler untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat.

Baca juga: Sering Dikeluhkan, Mengapa Hasil Tes Swab atau PCR Cenderung Lama?

3. Tes Molekuler/PCR

Warga menjalani tes usap atau swab test di GSI Lab (Genomik Solidaritas Indonesia Laboratorium), Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (2/11/2020). Sebagai bentuk gotong-royong dan solidaritas untuk mempercepat penanganan COVID-19 di Indonesia, Tanoto Foundation dan Temasek Foundation International melakukan donasi bersama dengan memberikan bantuan kepada Genomik Solidaritas Indonesia (GSI Lab) berupa instrumen PCR, reagent kit dan bahan habis pakai untuk pemeriksaan PCR.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Warga menjalani tes usap atau swab test di GSI Lab (Genomik Solidaritas Indonesia Laboratorium), Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (2/11/2020). Sebagai bentuk gotong-royong dan solidaritas untuk mempercepat penanganan COVID-19 di Indonesia, Tanoto Foundation dan Temasek Foundation International melakukan donasi bersama dengan memberikan bantuan kepada Genomik Solidaritas Indonesia (GSI Lab) berupa instrumen PCR, reagent kit dan bahan habis pakai untuk pemeriksaan PCR.

Melansir laman UC Davis Health (12/11/2020)hasil dari tes PCR dapat lebih diandalkan.

Tes ini mengambil sampel air liur dari tenggorokan dan hidung.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Kronologi Kecelakaan Bus di Subang, 9 Orang Tewas dan Puluhan Luka-luka

Kronologi Kecelakaan Bus di Subang, 9 Orang Tewas dan Puluhan Luka-luka

Tren
Warganet Pertanyakan Mengapa Aurora Tak Muncul di Langit Indonesia, Ini Penjelasan BRIN

Warganet Pertanyakan Mengapa Aurora Tak Muncul di Langit Indonesia, Ini Penjelasan BRIN

Tren
Saya Bukan Otak

Saya Bukan Otak

Tren
Pentingnya “Me Time” untuk Kesehatan Mental dan Ciri Anda Membutuhkannya

Pentingnya “Me Time” untuk Kesehatan Mental dan Ciri Anda Membutuhkannya

Tren
Bus Pariwisata Kecelakaan di Kawasan Ciater, Polisi: Ada 2 Korban Jiwa

Bus Pariwisata Kecelakaan di Kawasan Ciater, Polisi: Ada 2 Korban Jiwa

Tren
8 Misteri di Piramida Agung Giza, Ruang Tersembunyi dan Efek Suara Menakutkan

8 Misteri di Piramida Agung Giza, Ruang Tersembunyi dan Efek Suara Menakutkan

Tren
Mengenal Apa Itu Eksoplanet? Berikut Pengertian dan Jenis-jenisnya

Mengenal Apa Itu Eksoplanet? Berikut Pengertian dan Jenis-jenisnya

Tren
Indonesia U20 Akan Berlaga di Toulon Cup 2024, Ini Sejarah Turnamennya

Indonesia U20 Akan Berlaga di Toulon Cup 2024, Ini Sejarah Turnamennya

Tren
7 Efek Samping Minum Susu di Malam Hari yang Jarang Diketahui, Apa Saja?

7 Efek Samping Minum Susu di Malam Hari yang Jarang Diketahui, Apa Saja?

Tren
Video Viral, Pengendara Motor Kesulitan Isi BBM di SPBU 'Self Service', Bagaimana Solusinya?

Video Viral, Pengendara Motor Kesulitan Isi BBM di SPBU "Self Service", Bagaimana Solusinya?

Tren
Pedang Excalibur Berumur 1.000 Tahun Ditemukan, Diduga dari Era Kejayaan Islam di Spanyol

Pedang Excalibur Berumur 1.000 Tahun Ditemukan, Diduga dari Era Kejayaan Islam di Spanyol

Tren
Jadwal Pertandingan Timnas Indonesia Sepanjang 2024 Usai Gagal Olimpiade

Jadwal Pertandingan Timnas Indonesia Sepanjang 2024 Usai Gagal Olimpiade

Tren
6 Manfaat Minum Wedang Jahe Lemon Menurut Sains, Apa Saja?

6 Manfaat Minum Wedang Jahe Lemon Menurut Sains, Apa Saja?

Tren
BPJS Kesehatan: Peserta Bisa Berobat Hanya dengan Menunjukkan KTP Tanpa Tambahan Berkas Lain

BPJS Kesehatan: Peserta Bisa Berobat Hanya dengan Menunjukkan KTP Tanpa Tambahan Berkas Lain

Tren
7 Rekomendasi Olahraga untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas, Salah Satunya Angkat Beban

7 Rekomendasi Olahraga untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas, Salah Satunya Angkat Beban

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com