Update Corona di Dunia 21 Oktober: 41 Juta Infeksi | Inggris Akan Menginfeksi Relawan dengan Virus Corona

Kompas.com - 21/10/2020, 08:52 WIB
Pejalan kaki melintas di depan grafiti yang berisikan pesan untuk mencuci tangan di Dublin, Irlandia, 13 Maret 2020. Pandemi Covid-19 yang disebabkan oleh virus corona menjadi insipirasi seniman grafiti untuk memberikan peringatan dan motivasi bagi warga dalam menghadapi virus tersebut. AFP/PAUL FAITHPejalan kaki melintas di depan grafiti yang berisikan pesan untuk mencuci tangan di Dublin, Irlandia, 13 Maret 2020. Pandemi Covid-19 yang disebabkan oleh virus corona menjadi insipirasi seniman grafiti untuk memberikan peringatan dan motivasi bagi warga dalam menghadapi virus tersebut.

Irlandia

Irlandia akan menjadi negara pertama Uni Eropa yang kembali menerapkan kebijakan penguncian (lockdown) terkait penanganan pandemi Covid-19.

Pengumuman disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Irlandia Micheal Martin pada Senin, 19 Oktober.

Lockdown terbaru di Irlandia untuk enam pekan ke depan akan mulai berlaku pada Rabu, 21 Oktober dini hari waktu setempat.

Baca juga: Inggris Tetapkan 3 Aturan Sistem Baru Lockdown, Ini Rinciannya

 

Semua tempat usaha non-esensial harus ditutup, sementara restoran atau bar hanya boleh melayani pesan antar.

"Semua orang di negara ini diminta untuk selalu berada di dalam rumah," kata PM Martin dalam sebuah pidato nasional di televisi, dilansir dari laman France 24, Selasa, 20 Oktober 2020.

Ia menambahkan, hanya pekerja sektor usaha esensial yang "diizinkan untuk pergi bekerja."

Sementara kelompok lainnya diminta untuk tetap berada di dalam rumah, dan jika harus berolahraga demi menjaga kebugaran, hanya boleh maksimal dalam radius 5 kilometer dari rumah.

Baca juga: Saat WHO Peringatkan tentang Bahaya Nasionalisme Vaksin...

Inggris

Kelompk anti-lockdown menggelar aksi di London, Inggris, pada Sabtu (17/10/2020).Twitter @frauenmesse Kelompk anti-lockdown menggelar aksi di London, Inggris, pada Sabtu (17/10/2020).

Masih dari Al Jazeera, Inggris berencana untuk menginfeksi sukarelawan muda yang sehat dalam uji coba penelitian Covid-19.

Teknik "tantangan manusia" yang kontroversial ini bertujuan untuk mempelajari penyakit dan berpotensi mempercepat pengembangan vaksin, tetapi ada masalah etika dan keamanan.

Pemerintah Inggris mengatakan mereka akan menginvestasikan 33,6 juta pound Inggris dalam Program Tantangan Manusia yang berkemitraan dengan Imperial College London, perusahaan layanan laboratorium dan percobaan hVIVO, dan Royal Free London NHS Foundation Trust.

Jika disetujui oleh regulator dan komite etika, studi akan dimulai pada Januari dengan hasil yang diharapkan pada Mei 2021.

Dengan menggunakan dosis virus yang terkontrol, tujuan tim peneliti awalnya adalah untuk menemukan jumlah virus terkecil yang diperlukan untuk menyebabkan infeksi Covid-19 pada kelompok kecil orang muda yang sehat, berusia antara 18 dan 30.

Baca juga: Beberapa Catatan soal Resesi Inggris...

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Infografik: Daftar Komorbid yang Bisa Perparah Kondisi jika Terpapar Covid-19

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X