Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Arkeolog Temukan Situs Pertapaan Kuno Berusia 1.300 Tahun di Inggris

Kompas.com - 22/04/2024, 16:30 WIB
Alinda Hardiantoro,
Rizal Setyo Nugroho

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Sejumlah arkeolog dari Universitas Newcastle telah menemukan bukti adanya bekas pertapaan kuno berusia 1.300 tahun di situs Anchor Church Field, Crowland, Lincolnshire, Inggris

Situs kuno tersebut berupa henge atau pekerjaan tanah berbentuk oval atau melingkar yang berasal dari Zaman Neolitikum.

Ciri utamanya berupa struktur tepian yang mengelilingi parit bagian dalam dan menjadikan area tengah sebagai titik fokus henge.

Sejak abad ke-7 Masehi

Dosen arkeologi abad pertengahan di Universitas Newcastle di Inggris Duncan Wright mengatakan, situs tersebut tersebut diperkirakan berasal dari zaman Neolitikum Akhir hingga Zaman Perunggu Awal atau sekitar 2900-1600 SM hingga abad ke-15.

Para arkeolog juga menemukan bukti bahwa situs tersebut ditinggali sejak abad ke-7 Masehi. Hal itu ditunjukkan dengan temuan keramik, dua sisir tulang, dan pecahan kaca dari wadah minum.

Wright mengatakan, perkakas itu ada ketika Inggris masih berada di bawah kekuasaan Aglo-Saxon.

"Kita tahu bahwa banyak monumen prasejarah digunakan kembali oleh bangsa Anglo-Saxon, namun menemukan sebuah henge, terutama yang sebelumnya tidak diketahui, ditempati dengan cara ini sangat jarang,” kata dia, dikutip dari Live Science.

Penggalian mengungkap, situs tersebut diadaptasi menjadi lingkaran kayu pada zaman Perunggu Tengah dan dikelilingi oleh gundukan kuburan.

Bangunan tersebut kemudian ditinggalkan selama beberapa abad tapi pekerjaan tanah prasejarah tetap terukir di dalam tanah.

Temuan mengenai situs kuno tersebut telah diterbitkan Journal of Field Archaeology pada 26 Maret 2024.

Situs kuno ini ditemukan secara tidak sengaja pada proyek pencarian pertapaan abad ke-7 yang diyakini terkubur di bawah Anchor Church Field.

Baca juga: Arkeolog Dunia Pertanyakan Klaim Gunung Padang sebagai Situs Tertua di Dunia

Situs kuno tersembunyi di Inggris

Situs kuno berupa henge yang ditemukan di Lincolnshire, Inggris timur ini berukuran sekitar 76,2 meter dan dikelilingi parit selebar 4,8 meter.

Lokasinya berada di semenanjung yang tiga sisinya dikelilingi oleh air dan rawa. Lokasi bangunan ini juga berada pada titik yang unik dan tersembunyi.

Melihat ukuran dan lokasinya, lokasi ini kemungkinan besar merupakan situs terkemuka di wilayah tersebut.

Dikutip dari Newsweek, Wright menduga lokasi tersebut digunakan sebagai situs suci yang penting bagi para pertapa.

Di dalam lokasi itu ditemukan sebuah aula rumit dan kompleks yang berasal dari abad ke-12 Masehi.

Kompleks tersebut kemungkinan besar dibangun oleh kepala biara Crowland untuk menghormati St. Guthlac dan saudara perempuannya St. Pega yang juga seorang pertapa terkenal di wilayah tersebut.

Temuan ini memberikan pencerahan baru pada lubang berlapis batu yang digali sebelumnya yang berada tepat di depan aula dan kapel.

Para arkeolog kini mengira lubang tersebut mungkin berisi tiang bendera atau salib besar.

Sumber sejarah menunjukkan, aula dan kompleks kapel telah runtuh pada abad ke-15 karena pertanian mengambil alih lahan di sekitar Lapangan Gereja Anchor dan ziarah berkurang seiring dengan munculnya Reformasi Inggris.

Namun situs tersebut tetap mempertahankan aura sakralnya hingga abad ke-18 karena pemilik pondok di dekatnya disebut mengunjunginya setiap hari Minggu dan berlutut sebagai penghormatan yang antusias terhadap seorang pertapa.

Baca juga: Situs Nuklir Sellafield di Inggris Diduga Bocor, Potensi Bahaya Lampaui Chernobyl

Halaman:

Terkini Lainnya

Matahari Tepat di Atas Kabah, Saatnya Cek Arah Kiblat

Matahari Tepat di Atas Kabah, Saatnya Cek Arah Kiblat

Tren
Kekuasaan Sejarah

Kekuasaan Sejarah

Tren
Kisah Alfiana, Penari Belia yang Rela Sisihkan Honor Demi Berhaji, Jadi Salah Satu Jemaah Termuda

Kisah Alfiana, Penari Belia yang Rela Sisihkan Honor Demi Berhaji, Jadi Salah Satu Jemaah Termuda

Tren
Jokowi Luncurkan Aplikasi Terpadu INA Digital, Bisa Urus SIM, IKD, dan Bansos

Jokowi Luncurkan Aplikasi Terpadu INA Digital, Bisa Urus SIM, IKD, dan Bansos

Tren
Biaya UKT Universitas Muhammadiyah Maumere, Bisa Dibayar Pakai Hasil Bumi atau Dicicil

Biaya UKT Universitas Muhammadiyah Maumere, Bisa Dibayar Pakai Hasil Bumi atau Dicicil

Tren
Pegi Bantah Telah Membunuh Vina, Apakah Berpengaruh pada Proses Hukum?

Pegi Bantah Telah Membunuh Vina, Apakah Berpengaruh pada Proses Hukum?

Tren
Singapura Tarik Produk Kacang Impor Ini karena Risiko Kesehatan, Apakah Beredar di Indonesia?

Singapura Tarik Produk Kacang Impor Ini karena Risiko Kesehatan, Apakah Beredar di Indonesia?

Tren
Maskot Pilkada DKI Jakarta Disebut Mirip Kartun Shimajiro, KPU Buka Suara

Maskot Pilkada DKI Jakarta Disebut Mirip Kartun Shimajiro, KPU Buka Suara

Tren
Ramai di Media Sosial, Bagaimana Penilaian Tes Learning Agility Rekrutmen BUMN?

Ramai di Media Sosial, Bagaimana Penilaian Tes Learning Agility Rekrutmen BUMN?

Tren
Batalkan Kenaikan UKT, Nadiem: Kalau Ada Kenaikan Harus Adil dan Wajar

Batalkan Kenaikan UKT, Nadiem: Kalau Ada Kenaikan Harus Adil dan Wajar

Tren
Buntut Pencatutan Nama di Karya Ilmiah, Kumba Digdowiseiso Dicopot dari Dekan dan Dosen FEB Unas

Buntut Pencatutan Nama di Karya Ilmiah, Kumba Digdowiseiso Dicopot dari Dekan dan Dosen FEB Unas

Tren
Alasan Nadiem Makarim Batalkan Kenaikan UKT Perguruan Tinggi Tahun Ini

Alasan Nadiem Makarim Batalkan Kenaikan UKT Perguruan Tinggi Tahun Ini

Tren
Cara Melihat Nomor Sidanira untuk Daftar PPDB Jakarta 2024

Cara Melihat Nomor Sidanira untuk Daftar PPDB Jakarta 2024

Tren
Kronologi Balita 2 Tahun di Sidoarjo Meninggal Usai Terlindas Fortuner Tetangga

Kronologi Balita 2 Tahun di Sidoarjo Meninggal Usai Terlindas Fortuner Tetangga

Tren
Sosok Kamehameha, Jurus Andalan Son Goku yang Ada di Kehidupan Nyata

Sosok Kamehameha, Jurus Andalan Son Goku yang Ada di Kehidupan Nyata

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com