Studi: Hampir Setengah dari Orang yang Positif Covid Tidak Tahu Bahwa Mereka Terinfeksi

Kompas.com - 01/06/2020, 12:29 WIB
Calon penumpang kereta api mengenakan masker di Stasiun Gambir, Jakarta, Jumat (31/1/2020). PT KAI Daop 1 Jakarta membagikan masker gratis pada calon penumpang dalam rangka mengantisipasi penyebaran virus corona. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOCalon penumpang kereta api mengenakan masker di Stasiun Gambir, Jakarta, Jumat (31/1/2020). PT KAI Daop 1 Jakarta membagikan masker gratis pada calon penumpang dalam rangka mengantisipasi penyebaran virus corona.

KOMPAS.com - Studi epidemiologis mengungkapkan bahwa jumlah orang yang membawa dan dapat menularkan virus corona, namun tetap tidak menunjukkan gejala, bisa lebih besar dari yang diperkirakan.

Para ilmuwan meyakini bahwa orang-orang golongan ini telah berkontribusi terhadap penyebaran virus, saat layanan kesehatan berusaha untuk menghindari gelombang infeksi baru ketika batasan sosial dibuka kembali.

Ketika virus corona diidentifikasi pada awal tahun ini, banyak pejabat kesehatan masyarakat gagal menjelaskan ancaman yang ditimbulkan oleh penularan orang-orang tanpa gejala (OTG) ini.

Ini sebagian besar karena mereka sedang mengerjakan model berdasarkan influenza, di mana beberapa perkiraan menunjukkan bahwa hanya 5 persen dari orang yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala.

Baca juga: Merasa Sehat, 2 OTG Positif Corona Malah Jalan-jalan di Lingkungan RS, Ini Akibatnya

Akibatnya, pengujian diagnostik skala besar yang diperlukan untuk kasus Covid-19 asimptomatik menjadi terlambat.

"Saya memperingatkan pada 24 Januari untuk mempertimbangkan kasus tanpa gejala sebagai kendaraan transmisi untuk Covid-19, tetapi ini diabaikan pada saat itu," kata Bill Keevil, profesor kesehatan lingkungan di University of Southampton, dikutip dari TheGuardian (30/5/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sejak itu, banyak negara telah melaporkan kasus tanpa gejala, tetapi dapat menularkan virus," lanjut Keevil.

Menemukan pasien tanpa gejala

Kasus pertama penularan asimtomatik Covid-19 terjadi pada awal Januari, ketika seorang pelancong dari Wuhan menularkan virus untuk lima anggota keluarga di berbagai bagian kota Anyang.

Setelah dites positif, ia tetap tidak menunjukkan gejala selama 21 hari masa inkubasi.

Sementara para ilmuwan masih belum tahu apakah orang tanpa gejala sama menularnya dengan mereka yang menunjukkan gejala.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X