Beredar Informasi Penculikan Bayi di Pasuruan, Ini Penjelasan Polisi

Kompas.com - 17/01/2020, 19:41 WIB
Humas Polda Jatim merilis informasi penculikan bayi yang beredar di Pasuruan, Rabu (15/01/2020) merupakan hoaks. -Humas Polda Jatim merilis informasi penculikan bayi yang beredar di Pasuruan, Rabu (15/01/2020) merupakan hoaks.

Berikut ini pesan Kabid Humas Polda Jatim:

  1. Jangan langsung percaya. Teliti pesannya, amati dari mana sumbernya.
  2. Stop. Jangan disebarkan ke grub WA, walaupun hanya untuk menanyakan kevalidan informasi tersebut.
  3. Sekiranya akan meresahkan, tanyakan keabsahan informasi tersebut ke Halo Polisi Indonesia atau call center polisi di 110.
  4. Selain itu bisa lapor secara offline ke kepolisian terdekat. Misalnya ke polsek terdekat, atau bhabinsakamtibmas terdekat.

Apakah penyebar hoaks bisa dipenjara?

Menurut Truno penyebar hoaks bisa kena pidana. Jadi sebaiknya masyarakat berhati-hati.

Meski begitu polisi akan melakukan tindakan persuasi terlebih dahulu.

Hal tersebut karena kadang ada masyarakat yang tidak tahu kebenaran informasi yang dia sebarkan, tapi dia ingin memastikan dengan bertanya di grub Whatsapp.

"Masyarakat sebagai korban juga pelaku," ujarnya.

Oleh sebab itu dia mengingatkan agar mengecek hoaks atau tidaknya, langsung kepada pihak yang berwenang.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X