Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

5 Efek Samping Alpukat, Bisa Bikin Migrain dan Berat Badan Bertambah

KOMPAS.com - Alpukat adalah buah yang kaya nutrisi, dengan banyak penelitian yang menunjukkan manfaatnya bagi kesehatan.

Buah ini populer berkat kandungan lemak tak jenuh tunggal yang meningkatkan kesehatan tubuh, terutama organ jantung.

Dilansir dari laman Eat This, pakar nutrisi dan penulis Diabetes Meal Planning and Nutrition For Dummies, Toby Smithson mengatakan, alpukat bebas dari kolesterol dan lemak jenuh.

"Studi telah menunjukkan hubungan mengonsumsi jenis lemak baik (tak jenuh) dalam alpukat dengan peningkatan kadar kolesterol baik (HDL)," ujarnya.

Memiliki rasa cenderung tidak manis, bahan pangan ini juga amat mudah diolah, mulai dari jus, smoothies, salad, juga sebagai isian roti.

Sayangnya, meski menyehatkan, alpukat membawa sejumlah efek samping bagi kesehatan jika dikonsumsi berlebihan.

Lantas, apa saja efek samping alpukat?

Efek samping alpukat

Alpukat berukuran sedang mengandung 24 gram lemak. Lemak merupakan zat penting yang melindungi organ tubuh, memberi energi, dan meningkatkan penyerapan vitamin tertentu.

Alpukat dengan ukuran sama juga mengandung 240 kalori. Jumlah ini tergolong cukup tinggi untuk seseorang yang direkomendasikan mengonsumsi 44-77 gram lemak maupun 2.000 kalori per hari.

Oleh karena itu, makan alpukat berlebihan akan berefek samping pada tubuh, termasuk berat badan.

Dihimpun dari berbagai sumber, berikut efek samping alpukat jika terlalu banyak dimakan:

1. Berat badan bertambah

Alpukat adalah sumber nutrisi dan lemak sehat, tetapi berpotensi menambah berat badan jika dimakan dalam jumlah banyak.

Ahli diet Vive Nutrition, Andres Ayesta menjelaskan, makan alpukat berlebihan dalam sehari akan menghasilkan lebih banyak kalori atau energi untuk dibakar tubuh.

Jika tidak digunakan, energi akan disimpan tubuh dalam bentuk lemak, sehingga berat badan akan bertambah.

"Jumlah lemak yang direkomendasikan dalam sehari tidak menambah manfaat nutrisi, meski lemak tersebut dianggap lemak 'baik'," kata dia kepada Eat This.

Guna mencegah timbunan lemak, terutama pada orang yang jarang bergerak, cobalah membatasi konsumsi alpukat sekitar 2 ons atau seperempat cangkir.

Efek samping alpukat selanjutnya adalah menimbulkan efek pencahar dan masalah pencernaan lain.

Buah ini mengandung karbohidrat rantai kecil yang disebut poliol. Jika dikonsumsi dalam jumlah melimpah, senyawa organik ini dapat memicu buang air besar terus-menerus.

Bukan hanya itu, pada orang dengan intoleransi bahan ini, mungkin akan mengalami kembung, kelebihan gas, atau sakit perut hingga 48 jam setelah memakannya.

Di sisi lain, pakar nutrisi Shena Jaramillo menyampaikan, satu buah alpukat merupakan sumber serat yang baik, sekitar setengah dari asupan harian yang direkomendasikan.

Meski sangat penting, mengonsumsi serat terlalu banyak dalam satu kali makan dapat menyebabkan gangguan perut.

"Mengonsumsi terlalu banyak serat dalam satu kali makan dapat menyebabkan kembung, sakit perut, dan sembelit, terutama jika Anda tidak terbiasa dengan diet tinggi serat," ungkapnya.

3. Migrain

Alpukat merupakan sumber asam amino tirosin yang secara alami terurai menjadi tiramin dalam tubuh.

Kandungan tiramin dalam buah ini kerap dikaitkan dengan penyebab migrain atau sakit kepala sebelah.

Pasalnya, tiramin pada alpukat tergolong cukup tinggi, sehingga berpotensi memicu sakit kepala dan meningkatkan tekanan darah.

National Headache Foundation pun mencatat, alpukat adalah salah satu makanan yang masuk kategori "digunakan dengan hati-hati" jika sedang mengalami sakit kepala.

Dokter dan ahli diet melaporkan, beberapa orang mengalami reaksi alergi ringan setelah makan banyak alpukat, seperti rasa gatal pada bibir, mulut, dan tenggorokan.

Tak hanya itu, studi dalam Biochemical Society Transactions menunjukkan, setengah dari orang yang alergi lateks, protein tertentu dalam lateks karet, lebih sensitif terhadap makanan nabati tertentu.

Beberapa bahan pangan nabati yang dimaksud, antara lain alpukat, pisang, tomat, persik, dan paprika.

5. Interaksi obat

Efek samping mengonsumsi alpukat juga termasuk menimbulkan interaksi dengan obat-obatan tertentu.

Menurut National Institutes of Health (NIH), alpukat mengandung vitamin K, nutrisi pembekuan darah yang dapat menurunkan efek obat pengencer darah seperti warfarin.

Warfarin berguna mencegah pembekuan darah yang dapat menyebabkan sumbatan pada pembuluh darah.

Namun, mengonsumsi bersama dengan alpukat berpotensi membuat obat ini tidak bekerja secara maksimal.

Satu buah alpukat sendiri terdiri dari 42 mikrogram vitamin K, setara dengan 35 persen dari nilai harian, yakni 120 mikrogram.

Oleh karenanya, bagi orang yang mengonsumsi obat pengencer darah seperti pasien jantung, konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi buah ini agar mendapat dosis yang tepat.

 

https://www.kompas.com/tren/read/2023/08/25/123000265/5-efek-samping-alpukat-bisa-bikin-migrain-dan-berat-badan-bertambah

Terkini Lainnya

Misteri Mayat Dalam Toren di Tangsel, Warga Mengaku Dengar Keributan

Misteri Mayat Dalam Toren di Tangsel, Warga Mengaku Dengar Keributan

Tren
China Blokir “Influencer” yang Hobi Pamer Harta, Tekan Materialisme di Kalangan Remaja

China Blokir “Influencer” yang Hobi Pamer Harta, Tekan Materialisme di Kalangan Remaja

Tren
Poin-poin Draft Revisi UU Polri yang Disorot, Tambah Masa Jabatan dan Wewenang

Poin-poin Draft Revisi UU Polri yang Disorot, Tambah Masa Jabatan dan Wewenang

Tren
Simulasi Hitungan Gaji Rp 2,5 Juta setelah Dipotong Iuran Wajib Termasuk Tapera

Simulasi Hitungan Gaji Rp 2,5 Juta setelah Dipotong Iuran Wajib Termasuk Tapera

Tren
Nilai Tes Online Tahap 2 Rekrutmen Bersama BUMN 2024 di Atas Standar Belum Tentu Lolos, Apa Pertimbangan Lainnya?

Nilai Tes Online Tahap 2 Rekrutmen Bersama BUMN 2024 di Atas Standar Belum Tentu Lolos, Apa Pertimbangan Lainnya?

Tren
Mulai 1 Juni, Dana Pembatalan Tiket KA Dikembalikan Maksimal 7 Hari

Mulai 1 Juni, Dana Pembatalan Tiket KA Dikembalikan Maksimal 7 Hari

Tren
Resmi, Tarik Tunai BCA Lewat EDC di Retail Akan Dikenakan Biaya Rp 4.000

Resmi, Tarik Tunai BCA Lewat EDC di Retail Akan Dikenakan Biaya Rp 4.000

Tren
Orang Terkaya Asia Kembali Gelar Pesta Prewedding Anaknya, Kini di Atas Kapal Pesiar Mewah

Orang Terkaya Asia Kembali Gelar Pesta Prewedding Anaknya, Kini di Atas Kapal Pesiar Mewah

Tren
Ngaku Khilaf Terima Uang Rp 40 M dari Proyek BTS 4G, Achsanul Qosasi: Baru Kali Ini

Ngaku Khilaf Terima Uang Rp 40 M dari Proyek BTS 4G, Achsanul Qosasi: Baru Kali Ini

Tren
Poin-poin Revisi UU TNI yang Tuai Sorotan

Poin-poin Revisi UU TNI yang Tuai Sorotan

Tren
Tak Lagi Menjadi Sebuah Planet, Berikut 6 Fakta Menarik tentang Pluto

Tak Lagi Menjadi Sebuah Planet, Berikut 6 Fakta Menarik tentang Pluto

Tren
Daftar 146 Negara yang Mengakui Palestina dari Masa ke Masa

Daftar 146 Negara yang Mengakui Palestina dari Masa ke Masa

Tren
Apa Itu Tapera, Manfaat, Besaran Potongan, dan Bisakah Dicairkan?

Apa Itu Tapera, Manfaat, Besaran Potongan, dan Bisakah Dicairkan?

Tren
Cara Memadankan NIK dan NPWP, Terakhir Juni 2024

Cara Memadankan NIK dan NPWP, Terakhir Juni 2024

Tren
Rekan Kerja Sebut Penangkapan Pegi Salah Sasaran, Ini Alasannya

Rekan Kerja Sebut Penangkapan Pegi Salah Sasaran, Ini Alasannya

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke