Perang Kuning: Latar Belakang, Tokoh, Jalannya Pertempuran, dan Akhir

Kompas.com - 12/11/2021, 15:00 WIB

KOMPAS.com - Perjuangan laskar Tionghoa melawan VOC dari Batavia berlangsung hingga ke Jawa Tengah, bahkan Jawa Timur.

Pelarian Tionghoa yang mengungsi di Lasem, Rembang, kemudian bergabung dengan pribumi Jawa untuk menghimpun kekuatan guna melawan tindakan sewenang-wenang VOC.

Perlawanan ini memicu Perang Kuning atau Geel Oorlog, yang berlangsung antara 1741-1743.

Perang yang melibatkan orang Tionghoa, Jawa, dan santri ini menjadi salah satu bukti perjuangan merebut kemerdekaan tidak memandang etnis dan agama.

Latar belakang Perang Kuning

Peristiwa Geger Pacinan Batavia pada 1740 tidak hanya mengakibatkan sekitar 10.000 etnis Tionghoa terbantai. Mereka yang berhasil bertahan hidup terpaksa melarikan diri, utamanya ke Lasem dan Semarang.

Pada saat itu, Lasem dan Semarang memang menjadi kota yang paling besar penduduk keturunan Cina-nya.

Di Lasem, para pelarian Tionghoa diterima oleh Oei Ing Kiat atau Raden Tumenggung Widyaningrat.

Adipati Lasem itu mengizinkan mereka untuk membangun perkampungan-perkampungan baru di tepi Sungai Kamandung (Karangturi), Pereng, dan Soditan.

Namun, ancaman kembali datang saat VOC mendirikan kantor dagang di Rembang dan Jepara serta mengangkat Hangabei Honggojoyo sebagai Adipati Rembang pada 1741.

Tindakan ini dianggap oleh Tumenggung Widyaningrat telah mengikis teritorial dan sekaligus sebagai ancaman bagi Kadipaten Lasem.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.