Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

4 Pahlawan Perempuan dari Jawa Tengah

Kompas.com - 20/05/2024, 14:00 WIB
Ini Tanjung Tani,
Widya Lestari Ningsih

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Sejak masa penjajahan, banyak pahlawan perempuan Indonesia yang menginspirasi.

Tidak sedikit pula pahlawan perempuan yang diberi gelar pahlawan nasional atas jasanya terhadap Indonesia.

Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk di antaranya pahlawan perempuan yang berasal dari Jawa Tengah.

Berikut ini empat pahlawan perempuan dari Jawa Tengah.

Baca juga: Sejarah Sekolah Kartini, Lahir dari Semangat Emansipasi RA Kartini

Raden Ajeng Kartini

Salah satu nama pahlawan yang terkenal dari Jawa Tengah adalah Raden Ajeng Kartini, atau kerap disebut RA Kartini.

Sosok RA Kartini sangat dikenal masyarakat Indonesia sebagai pejuang emansipasi perempuan.

RA Kartini lahir di Jepara, Jawa Tengah, pada 21 April 1879, dari pasangan Raden Mas Sosroningrat dan Ngasirah.

Ayah Kartini adalah bupati Jepara. Sebagai keturunan priayi, Kartini berkesempatan untuk mengenyam pendidikan di sekolah Belanda.

Kehidupan perempuan pada masa Kartini masih diwarnai dengan segala keterbatasan, yang membuat mereka susah untuk maju dan mendapat hak yang setara dari kaum laki-laki.

Bahkan Kartini tidak menikmati masa pendidikannya dalam waktu lama, karena sesuai tradisi ia harus dipingit.

Selama dipingit, Kartini dilarang keluar rumah. Namun, ia tidak berdiam dan mengisi hari-harinya dengan berkirim surat dengan sahabatnya di Belanda yang bernama Rosa Abendanon.

Baca juga: Biografi RA Kartini, Pejuang Emansipasi Perempuan dari Jepara

Dengan berkirim surat, pemikiran Kartini menjadi semakin terbuka dan luas. Oleh sahabatnya, surat-surat Kartini dibukukan dan diberi nama Habis Gelap Terbitlah Terang.

Tulisannya dimuat di majalah dan surat kabar, yang ternyata menarik perhatian orang-orang Belanda saat itu.

Kartini ingin perempuan pribumi harus berpikiran maju seperti perempuan-perempuan Eropa pada masa itu dan memiliki kedudukan yang sama dengan laki-laki.

Perjalanannya memperjuangan emansipasi dan mencerdaskan kaum perempuan pun dimulai dari tulisan.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com