Asal-usul dan Sejarah Kota Sorong

Kompas.com - 28/09/2021, 15:00 WIB
Raja Ampat di Papua Barat menjadi rumah bagi sekitar 1.500 spesies ikan, 500 spesies koral, dan lebih dari 600 hewan bawah laut. DOK. FREEPIKRaja Ampat di Papua Barat menjadi rumah bagi sekitar 1.500 spesies ikan, 500 spesies koral, dan lebih dari 600 hewan bawah laut.

KOMPAS.com - Sorong adalah sebuah kota di Provinsi Papua Barat.

Kota ini dikenal dengan sebutan Kota Minyak karena Nederlands Nieuw-Guinea Petroleuim Maatschappij (NNGPM) mulai melakukan pengeboran minyak bumi di Sorong sejak 1935.

Sorong menjadi kota terbesar di Provinsi Papua Barat serta kota terbesar kedua di Papua setelah Jayapura.

Nama Sorong sendiri berasal dari kata soren dari bahasa Biak Numfor yang berarti laut yang terdalam dan bergelombang.

Baca juga: Sejarah Papua Nuigini dan Bentuk Bilateral dengan Indonesia

Asal Usul Nama Sorong

Kata soren pertama kali digunakan oleh suku Biak Numfor yang berlayar pada zaman dahulu dengan perahu-perahu layar dari satu pulau ke pulau lain.

Suku Biak Numfor inilah yang memberi nama daratan maladum dengan sebutan soren.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Para pedagang Tionghoa, Misionaris dari Eropa, Maluku dan Sangihe talau dengan sebutan Sorong.

Baca juga: Benteng Fort Du Bus, Tanda Kekuasaan Belanda di Papua

Sejarah Sorong

Masa Kolonial Belanda (1935) 

Tahun 1935, pada masa Hindia Belanda, Sorong dijadikan sebagai base camp Bataafse Petroleum Maatschappij dengan pusat pemerintahan di Pulau Doom.

Masa Pemerintahan Indonesia

Setelah Irian Barat diserahkan secara penuh oleh penguasa sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kepada pemerintah Republik Indonesia, maka tahun 1965 diangkat seorang wakil Bupati Koordinator di SOrong.

Tugas wakil bupati tersebut adalah:

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.