Wali Songo dan Wilayah Penyebarannya

Kompas.com - 24/09/2021, 10:00 WIB
Wali Songo. KMNUWali Songo.

KOMPAS.com - Di Pulau Jawa, Islam disebarkan dan berkembang pesat berkat peran Wali Songo.

Meski sembilan wali tersebut tidak hidup pada saat yang persis bersamaan, tetapi mereka memiliki keterkaitan darah ataupun hubungan guru-murid yang erat.

Wali Songo tinggal di Pantai Utara Jawa dari awal abad ke-15 hingga pertengahan abad ke-16 di tiga wilayah penting, yakni Surabaya-Gresik-Lamongan di Jawa Timur, Demak-Kudus-Muria di Jawa Tengah, dan Cirebon di Jawa Barat.

Masing-masing wali mempunyai peran unik dalam memperkenalkan Islam dan wilayah persebaran yang berbeda.

Berikut ini tabel nama-nama Wali Songo beserta wilayah persebarannya.

Nama Wali Songo Wilayah penyebaran
Sunan Gresik Gresik
Sunan Ampel Surabaya
Sunan Giri Gresik
Sunan Bonang Tuban, Rembang, Pulau Bawean, Madura
Sunan Drajat Lamongan
Sunan Kalijaga Cirebon
Sunan Muria Kudus, Jepara, Pati
Sunan Kudus Kudus
Sunan Gunung Jati Cirebon, Priangan

Baca juga: Wali Songo: Penyebar Islam di Tanah Jawa

Sunan Gresik

Sunan Gresik disebut sebagai anggota Wali Songo sekaligus tokoh sentral penyebar agama Islam di Pulau Jawa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lahir di Samarkand, Asia Tengah, ia kemudian datang ke Pulau Jawa dan mendarat pertama kali di Desa Sembalo, sekarang adalah daerah Leran, Kecamatan Manyar, Kota Gresik.

Selesai membangun dan menata pondok tempat belajar agama Islam di Leran, Sunan Gresik wafat pada 1419.

Makamnya kini terdapat di Kampung Gapura, Gresik, Jawa Timur.

Sunan Ampel

Sunan Ampel adalah putra Sunan Gresik yang memulai menyebarkan Islam dengan membuka pondok pesantren di Ampeldenta, Surabaya.

Di tempat inilah ia mendidik para pemuda untuk kemudian menyebarkan Islam ke berbagai tempat di seluruh Pulau Jawa.

Semasa hidupnya, Sunan Ampel juga berjasa dalam mendirikan Masjid Agung Demak dan mengangkat Raden Patah sebagai sultannya yang pertama.

Sunan Giri

Sunan Giri lahir di Blambangan, Banyuwangi, dan menjadi seorang Wali Songo yang berkedudukan di Desa Giri, Kebomas, Gresik.

Pada sekitar 1487, ia mendirikan sebuah pesantren di perbukitan Desa Sidomukti, Kebomas.

Pesantrennya kemudian berkembang menjadi salah satu pusat kekuasaan yang disebut Giri Kedaton.

Ketika Raden Patah melepaskan diri dari Majapahit, Sunan Giri kemudian bertindak sebagai penasihat dan panglima militer Kesultanan Demak.

Baca juga: Moh Limo, Ajaran Dakwah Sunan Ampel

Sunan Bonang

Sunan Bonang adalah putra Sunan Ampel yang pernah memperkuat pelajaran agama Islam hingga ke tanah seberang, yaitu negeri Pasai.

Bersama Sunan Giri, ia belajar pada sejumlah ulama besar yang banyak menetap dan mengajar di Pasai.

Setelah kembali ke Jawa, Sunan Bonang diperintah oleh sang ayah untuk berdakwah di daerah Tuban, Rembang, Pulau Bawean, dan Madura.

Sunan Drajat

Sunan Drajat adalah adik Sunan Bonang yang kemudian diperintah untuk berdakwah di Lamongan.

Sesampainya di Desa Jelag, Kecamatan Paciran, ia lantas mendirikan pesantren. Empat tahun kemudian, Sunan Drajat mendapatkan wahyu untuk membangun tempat berdakwah di Dalem Duwur.

Di bukit itulah saat ini dibangun Museum Sunan Drajat.

Sunan Kalijaga

Sunan Kalijaga sempat menyaksikan masa akhir Kerajaan Majapahit, Kesultanan Demak, Kesultanan Cirebon, Banten, dan Kerajaan Pajang.

Ia adalah murid Sunan Bonang yang memilih kesenian dan kebudayaan sebagai sarana untuk berdakwah.

Wilayah penyebarannya adalah di Cirebon, kemudian setelah wafat Sunan Kalijaga dimakamkan di Desa kadilangu, dekat Demak.

Baca juga: Sunan Kalijaga, Berdakwah Lewat Wayang

Sunan Muria

Sunan Muria adalah putra Sunan Kalijaga yang ketika kecil bernama Raden Prawoto.

Sedangkan nama Muria diambil dari tempat tinggal terakhirnya, yakni di lereng Gunung Muria, sebelah utara Kota Kudus.

Sepanjang hidupnya, Sunan Muria berdakwah dari Jepara, Tayu, Juana, hingga sekitar Kudus dan Pati.

Sunan Kudus

Sunan Kudus adalah murid Sunan Kalijaga yang juga meniru pendekatan dakwahnya, yakni sangat toleran pada budaya setempat.

Wilayah dakwahnya adalah di Kudus, kemudian juga sempat berkelana ke Sragen dan Gunung Kidul.

Cara Sunan Kudus mendekati masyarakat Kudus adalah dengan memanfaatkan simbol-simbol Hindu-Buddha, hal ini terlihat pada arsitektur Masjid Kudus.

Sunan Gunung Jati

Sunan Gunung Jati adalah pendiri Kesultanan Cirebon yang mendalami ilmu agama sejak 14 tahun dari para ulama Mesir.

Dari pihak ibu, ia memiliki ikatan darah dengan penguasa Pajajaran.

Sunan Gunung Jati kemudian memanfaatkan pengaruhnya itu untuk menyebarkan Islam dari pesisir Cirebon ke pedalaman Pasundan atau Priangan.

 

Referensi:

  • Restianti, Hetti. (2013). Mengenal Wali Songo. Bandung: TITIAN ILMU.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.