Basuki Rahmat: Kehidupan, Kiprah, dan Akhir Hidup

Kompas.com - 28/05/2021, 19:48 WIB
Basuki Rahmat WikipediaBasuki Rahmat

Basuki dan Jusuf pun hanya terdiam, sedangkan Amir mengusulkan agar Soekarno memberikan kepercayaannya pada Soeharto untuk memulihkan keamanan. 

Setelah perbincangan dibubarkan, Soekarno mulai menyusun Surat Keputusan Presiden.

Surat Keputusan Presiden itu kemudian disebut sebagai Supersemar (Surat Perintah Sebelas Maret). 

Di depan Basuki, Jusuf, dan Amir, Soekarno pun menandatangani surat tersebut. Soekarno pun mempercayakan surat tersebut kepada Basuki agar diberikan kepada Soeharto.

Malam harinya, ketige jenderal ini segera pergi ke Markas Kostrad. Basuki pun menyerahkan surat tersebut kepada Soeharto.

Isi Supersemar

  • Mengambil segala tindakan yang dianggap perlu untuk terjaminnya keamanan dan ketenangan serta kestabilan jalannya pemerintahan dan jalannya Revolusi, serta menjamin keselamatan pribadi dan kewibawaan Pimpinan Presiden/Panglima Tertinggi/Pemimpin Besar Revolusi/Mandataris MPRS, demi untuk keutuhan Bangsa dan Negara Republik Indonesia, dan melaksanakan dengan pasti segala ajaran Pemimpin Besar Revolusi.
  • Mengadakan koordinasi pelaksanaan perintah dengan Panglima-Panglima Angkatan Lain dengan sebaik-baiknya.
  • Supaya melaporkan segala sesuatu yang bersangkut paut dalam tugas dan tanggung jawabnya seperti tersebut di atas.

Tujuan Supersemar 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

  1. Pembubaran PKI beserta ormasnya dan menyatakannya sebagai partai terlarang
  2. Penangkapan 15 menteri yang terlibat atau pun mendukung G30S
  3. Pemurnian MPRS dan lembaga negara lainnya dari unsur PKI dan menempatkan peranan lembaga itu sesuai UUD 1945.

Akhir Hidup

Basuki Rahmat meninggal pada 8 Januari 1969 akibat sakit jantung. Beliau dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

Atas jasanya kepada negara, Basuki Rahmat pun diberi gelar Pahlawan Nasional pada 9 Januari 1969. 

Referensi: 

  • Bachtiar, Harsja W. (1988). Siapa Dia?: Perwira Tinggi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat. Jakarta: Penerbit Djambatan.
 

Halaman:


Sumber Kompas.com
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengaruh Kebudayaan Dongson di Indonesia

Pengaruh Kebudayaan Dongson di Indonesia

Stori
Mengapa Jalan Raya Pos Anyer-Panarukan Tidak Sampai Banyuwangi?

Mengapa Jalan Raya Pos Anyer-Panarukan Tidak Sampai Banyuwangi?

Stori
Asal-usul Nama Kudus

Asal-usul Nama Kudus

Stori
Mengapa Invasi Teluk Babi Gagal?

Mengapa Invasi Teluk Babi Gagal?

Stori
Asal-usul Nama Yogyakarta

Asal-usul Nama Yogyakarta

Stori
Asal Muasal Nama Boyolali

Asal Muasal Nama Boyolali

Stori
Asal-usul Nama Semarang, dari Pohon Asam

Asal-usul Nama Semarang, dari Pohon Asam

Stori
Sarkofagus: Pengertian, Fungsi, Ciri-ciri, dan Lokasi Penemuan

Sarkofagus: Pengertian, Fungsi, Ciri-ciri, dan Lokasi Penemuan

Stori
Candrasa: Pengertian, Fungsi, Ciri-ciri, dan Lokasi Penemuan

Candrasa: Pengertian, Fungsi, Ciri-ciri, dan Lokasi Penemuan

Stori
Wali Songo dan Wilayah Penyebarannya

Wali Songo dan Wilayah Penyebarannya

Stori
Wali Songo dan Nama Aslinya

Wali Songo dan Nama Aslinya

Stori
Hamengkubuwono IV, Sultan Termuda Yogyakarta

Hamengkubuwono IV, Sultan Termuda Yogyakarta

Stori
Sri Sultan Hamengkubuwono III: Masa Pemerintahan dan Peninggalannya

Sri Sultan Hamengkubuwono III: Masa Pemerintahan dan Peninggalannya

Stori
Asal Usul Nama Bogor

Asal Usul Nama Bogor

Stori
Asal Usul Nama Lamongan

Asal Usul Nama Lamongan

Stori
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.