Raja-Raja Kerajaan Gowa-Tallo

Kompas.com - 08/05/2021, 20:02 WIB
Gambar Sultan Hasanuddin, Raja Kerajaan Gowa-Tallo, dalam perangko yang diterbitkan pada 2006. Wikimedia CommonsGambar Sultan Hasanuddin, Raja Kerajaan Gowa-Tallo, dalam perangko yang diterbitkan pada 2006.

KOMPAS.com - Kerajaan Gowa-Tallo atau Kerajaan Makassar adalah salah satu kerajaan Islam terbesar yang ada di Sulawesi Selatan.

Kerajaan ini merupakan gabungan dari dua kerajaan yang berasal dari keturunan sama, yaitu Kerajaan Gowa.

Kerajaan Gowa didirikan oleh Tumanurung Bainea pada awal abad ke-14.

Pada abad ke-15, kerajaan ini terbelah menjadi dua, yaitu Kerajaan Gowa dan Kerajaan Tallo.

Pada masa pemerintahan Raja Daeng Matanre Karaeng Tumapa’risi Kallonna, Gowa dan Tallo bersatu dan sejak saat itu disebut sebagai Kerajaan Gowa-Tallo atau Kerajaan Makassar.

Pada akhir abad ke-16, Kerajaan Gowa-Tallo memasuki masa Islam dan berubah menjadi kesultanan.

Raja Kesultanan Gowa-Tallo pertama yang memeluk Islam adalah I Mangarangi Daeng Manrabbia (1593-1639) dengan gelar Sultan Alauddin I.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kesultanan Gowa-Tallo mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Sultan Hasanuddin atau yang dijuluki Ayam Jantan dari Timur.

Di bawah kekuasaannya, kerajaan ini dikenal sebagai negara maritim yang menjadi pusat perdagangan di Indonesia bagian timur.

Sultan Hasanuddin juga memimpin perjuangan melawan penjajah di daerah Makassar.

Baca juga: Kerajaan Gowa-Tallo: Letak, Kehidupan, Peninggalan, dan Keruntuhan

Raja-raja Kerajaan Gowa-Tallo

  • Daeng Matanre Karaeng Tumapa’risi Kallonna (...-1546 M)
  • I Manriwagau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tunipallangga (1546 -1565 M)
  • I Tajibarani Daeng Marompa Karaeng Data Tunibatte
  • I Manggorai Daeng Mammeta Karaeng Bontolangkasa Tunijallo (1565-1590 M)
  • I Tepu Karaeng Daeng Parabbung Tunipasulu (1593 M)
  • Sultan Alauddin I (1593-1639 M)
  • Sultan Malikussaid (1639-1653 M)
  • Sultan Hasanuddin (1653-1669 M)
  • Sultan Amir Hamzah (1669-1674 M)
  • Sultan Mohammad Ali (1674-1677 M)
  • Sultan Abdul Jalil (1677-1709 M)
  • Sultan Ismail (1709-1711 M)
  • Sultan Najamuddin (1711-….)
  • Sultan Sirajuddin (….-1735 M)
  • Sultan Abdul Chair (1735-1742 M)
  • Sultan Abdul Kudus (1742-1753 M)
  • Sultan Maduddin (1747-1795 M)
  • Sultan Zainuddin (1767-1769 M)
  • Sultan Abdul Hadi (1769-1778 M)
  • Sultan Abdul Rauf (1778-1810 M)
  • Sultan Muhammad Zainal Abidin (1825-1826 M)
  • Sultan Abdul Kadir Aididin (1826-1893 M)
  • Sultan Muhammad Idris (1893-1895 M)
  • Sultan Muhammad Husain (1895-1906 M)
  • Sultan Muhammad Tahir Muhibuddin (1906-1946 M)
  • Sultan Muhammad Abdul Kadir Aiduddin (1956-1978 M)
  • Sultan Alauddin II (2011-2020 M)
  • Andi Kumala Andi Idjo (2020-sekarang)

Baca juga: Perlawanan Terhadap VOC di Maluku, Makassar, Mataram, dan Banten

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X