Raja-Raja Kerajaan Tidore

Kompas.com - 08/05/2021, 20:02 WIB
Lukisan Sultan Saifuddin, Raja Kerajaan Tidore (1657-1689), yang ada di Museum Czartoryski, Kraków. Wikimedia Commons/BurgererSFLukisan Sultan Saifuddin, Raja Kerajaan Tidore (1657-1689), yang ada di Museum Czartoryski, Kraków.

KOMPAS.com - Kerajaan Tidore adalah kerajaan Islam di Maluku yang masih memiliki akar yang sama dengan Kerajaan Ternate.

Raja pertama sekaligus pendiri Kerajaan Tidore yang bernama Syahjati atau Muhammad Naqil adalah saudara Mashur Malamo, raja pertama Kerajaan Ternate.

Sejak didirikan pada 1081 M, letak Kerajaan Tidore tercatat beberapa kali mengalami pemindahan ibu kota.

Letak ibu kota yang terakhir adalah di Limau Timore, yang kemudian berganti nama menjadi Soa-Sio hingga saat ini.

Agama Islam masuk ke Kerajaan Tidore pada 1495, saat dipimpin oleh Ciriliati atau Sultan Jamaluddin.

Pada masa kejayaannya, yaitu sekitar abad ke-18, Kerajaan Tidore berhasil menguasai sebagian besar Pulau Halmahera, Pulau Buru, Pulau Seram, dan pulau-pulau di pesisir Papua bagian barat.

Baca juga: Sejarah Berdirinya Kerajaan Tidore

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Raja-raja Kerajaan Tidore

  • Kolano Syahjati alias Muhammad Naqil bin Jaffar Assidiq
  • Kolano Bosamawange
  • Kolano Syuhud alias Subu
  • Kolano Balibunga
  • Kolano Duko adoya
  • Kolano Kie Matiti
  • Kolano Seli
  • Kolano Matagena
  • Kolano Nuruddin (1334-1372 M)
  • Kolano Hasan Syah (1372-1405 M)
  • Sultan Ciriliyati alias Djamaluddin (1495-1512 M)
  • Sultan Al Mansur (1512-1526 M)
  • Sultan Amiruddin Iskandar Zulkarnain (1526-1535 M)
  • Sultan Kiyai Mansur (1535-1569 M)
  • Sultan Iskandar Sani (1569-1586 M)
  • Sultan Gapi Baguna (1586-1600 M)
  • Sultan Mole Majimo alias Zainuddin (1600-1626 M)
  • Sultan Ngora Malamo alias Alauddin Syah (1626-1631 M)
  • Sultan Gorontalo alias Saiduddin (1631-1642 M)
  • Sultan Saidi (1642-1653 M)
  • Sultan Mole Maginyau alias Malikiddin (1653-1657 M)
  • Sultan Saifuddin alias Jou Kota (1657-1674 M)
  • Sultan Hamzah Fahruddin (1674-1705 M)
  • Sultan Abdul Fadhlil Mansur (1705-1708 M)
  • Sultan Hasanuddin Kaicil Garcia (1708-1728 M)
  • Sultan Amir Bifodlil Aziz Muhidin Malikul Manan (1728-1757 M)
  • Sultan Muhammad Mashud Jamaluddin (1757-1779 M)
  • Sultan Patra Alam (1780-1783 M)
  • Sultan Hairul Alam Kamaluddin Asgar (1784-1797 M)
  • Sultan Nuku (1797-1805 M)
  • Sultan Zainal Abidin (1805-1810 M)
  • Sultan Motahuddin Muhammad Tahir (1810-1821 M)
  • Sultan Achmadul Mansur Sirajuddin Syah (1821-1856 M)
  • Sultan Achmad Syaifuddin Alting (1856-1892 M)
  • Sultan Achmad Fatahuddin Alting (1892-1894 M)
  • Sultan Achmad Kawiyuddin Alting alias Shah Juan (1894-1906 M)
  • Sultan Zainal Abidin Syah (1947-1967 M)
  • Sultan Djafar Syah (1999-2012)
  • Sultan Husain Syah (2012-sekarang)

Baca juga: Sejarah Berdirinya Kerajaan Ternate

Raja Tidore yang terkenal

1. Sultan Al Mansur (1512-1526 M)

Sepeninggal Sultan Jamaluddin, Kesultanan Tidore dipimpin oleh Sultan Al Mansur (1512-1526 M), di mana pengaruh asing mulai masuk ke Maluku Utara.

Pada 1521, Sultan Mansur menerima Spanyol sebagai sekutu untuk mengimbangi kekuatan Kesultanan Ternate, pesaingnya yang bersekutu dengan Portugis.

Pada periode ini, Kerajaan Tidore berhasil mengembangkan kekuasaan terutama ke wilayah selatan pulau Halmahera dan kawasan Papua bagian barat.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.