Pejabat FIFA Disebut Terlibat dalam Kasus Dakwaan UEFA kepada Man City

Kompas.com - 16/02/2020, 09:00 WIB
Para fans Manchester City membentangkan bendera yang menantang UEFA dan hukuman Financial Fair Play mereka saat Man City memastikan gelar juara Liga Inggris 2013-2014 di Stadion Etihad, Manchester, pada 11 Mei 2014. KOMPAS.com/Firzie A. IdrisPara fans Manchester City membentangkan bendera yang menantang UEFA dan hukuman Financial Fair Play mereka saat Man City memastikan gelar juara Liga Inggris 2013-2014 di Stadion Etihad, Manchester, pada 11 Mei 2014.

KOMPAS - Dalam skandal pelanggaran keuangan yang didakwa UEFA kepada Manchester City ternyata turut melibatkan pejabat FIFA.

Man City secara resmi didakwa UEFA telah melakukan pelanggaran regulasi Financial Fair Play (FFP).

Man City terbukti menggelembungkan pemasukan dalam neraca keuangan yang diserahkan antara 2012 dan 2016 kepada Badan Kontrol Keuangan Klub UEFA (CFCB).

The Citizens, julukan Man City, kemudian menerima sanksi berupa larangan tampil di ajang antarklub Eropa pada musim 2020-2021 dan 2021-2022, serta harus membayar denda sebesar 30 juta euro atau sekitar Rp 445 miliar.

Baca juga: Shin Tae-yong Sebut 2 Pemain Anyar Timnas Indonesia Punya Fisik Tangguh

Terkait sanksi itu, pihak manajemen Man City akan melakukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).

Kasus pelanggaran FFP Man City bermula pada November 2018 saat rilisnya bocoran sejumlah dokumen dan email yang dirilis oleh Football Leaks, dan diterbitkan majalah asal Jerman, Der Spiegel.

Sejak saat itu, UEFA melalui CFCB melakukan penyelidikan atas Man City.

Di dalam bocoran email dan dokumen yang dipublikasikan Der Spiegel, terdapat bukti adanya campur tangan Presiden FIFA saat ini, Gianni Infantino, dalam melindungi Man City agar lolos hukuman FFP pada 2014.

Baca juga: Manchester City Terkena Hukuman FFP, Kenapa PSG Tidak?

Man City tersangkut masalah saat hasil audit dari tim independen yang ditunjuk UEFA menyatakan bahwa nominal dana dari sponsor masing-masing klub terlalu besar.

Man City melalui pemiliknya, Sheikh Mansour Bin Zyaed Al Nahyan, menggelembungkan dana sponsor (Etihad) agar tidak merugi dan lolos dari hukuman FFP.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Sumber BolaSport
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X