Dear Kobe Bryant, Saat Kesulitan Sirna karena Kembali ke Inspirasimu

Kompas.com - 30/01/2020, 11:02 WIB
Kobe Bryant menyapa para penggemar pada laga terakhirnya di panggung NBA, 13 April 2016. AFP/FREDERIC J. BROWNKobe Bryant menyapa para penggemar pada laga terakhirnya di panggung NBA, 13 April 2016.

Aku jatuh cinta kepadamu... cinta yang begitu dalam, memberimu segalanya... Dari pikiran dan tubuhku, untuk roh dan jiwaku...

*Dear Basketball - Kobe Bryant, tentang kecintaannya terhadap permainan basket.

KOMPAS.com - Staples Center, 13 April 2016. Sosok bernomor punggung 24 menjadi pusat perhatian semua yang hadir di stadion kebanggaan Los Angeles itu.

Saat dia memegang bola atau melakukan gerakan, penonton seolah tak ingin terlewat dalam setiap momennya.

Dia membawa bola, melakukan drive, dan meloncat sambil menembakkan bola ke arah ring. Bola pun masuk, penonton bergemuruh dan mulai meneriakkan namanya.

"Kobe... Kobe... Kobe..."

Ya, dia adalah guard LA Lakers Kobe Bryant, yang pada malam itu tengah menjalani laga terakhirnya setelah berkarier selama 20 tahun (1996-2016) dengan raihan lima gelar juara NBA.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kuarter keempat, tersisa 40 detik, Lakers masih tertinggal 95-96. Kobe drive, lalu jumpshoot, bola masuk, Lakers berbalik unggul 97-96.

Baca juga: Gerakan Ikonik Kobe Bryant Saat Juara Slam Dunk Contest di Usia 18 Tahun

Penonton tambah bergemuruh. Mantan tandem Kobe di Lakers, Shaquille O'Neal, pun terperangah dengan aksi kompatriotnya saat sama-sama membela tim ungu-kuning itu.

Tak hanya itu, beragam kalangan, seperti mantan pemain bola David Beckham, aktor Hollywood Jack Nicholson, dan rapper Jay-Z pun takjub, larut menyaksikan sang protagonis.

Begitu pula dengan istri Kobe, Vanessa Laine Bryant, beserta kedua putrinya, Natalia Diamante Bryant dan Gianna Maria-Onore Bryant, menatap penuh kebanggaan terhadap pria sejatinya.

Kobe, yang saat itu berusia 37 tahun, menyempurnakan malam itu dengan membawa Lakers menang 101-96 atas Utah Jazz dan raihan 60 poin. Ya, 60 poin!

Hal itu sekaligus menjadikan Black Mamba, julukan Kobe, sebagai pemain tertua di NBA yang mampu mencetak 60 poin dalam satu laga.

Baca juga: Melihat Kembali Duel Pertama Kobe Bryant Vs Michael Jordan Tahun 1997 

"Sepanjang malam, rekan satu tim saya hanya terus memberi saya bola, saya hanya harus mengambil tantangan," ucap Kobe setelah laga tersebut.

"Saya memberikan semua yang saya bisa untuk permainan ini. Itu sebabnya saya sangat nyaman berjalan pergi. Saya menunjukkan jiwa saya ke permainan ini, saya meninggalkan semuanya di sini," ujar pria kelahiran 23 Agustus 1978 itu tentang laga terakhirnya.

Tak lama setelah itu, Kobe resmi pensiun dan jelas, sebutan legenda NBA pun tersemat dalam dirinya.

Demi menghormati prestasi yang diraih Kobe Bryant, LA Lakers memensiunkan nomor punggung 8 dan 24 yang pernah dikenakannya selama bermain.

Nomor punggung Kobe Bryant.AFP/GETTY IMAGES/KEVORK DJANSEZIAN Nomor punggung Kobe Bryant.

Dan kecelakaan tragis itu...

Lebih kurang empat tahun berlalu, kabar mengejutkan sekaligus menyesakkan datang.

Kobe Bryant meninggal dunia dalam kecelakaan helikopter di kawasan Calabasas, California, Amerika Serikat, Minggu (26/1/2020) siang waktu setempat.

Kobe (41 tahun) meninggal dalam perjalanan menuju Mamba Sports Academy, kamp latihan basket miliknya di Thousand Oaks, California.

Lebih menyesakkan lagi, putri kedua Kobe, Gianna Maria-Onore Bryant, juga meninggal dalam kecelakaan tersebut, dengan tujuh korban lainnya.

Gigi, panggilan Gianna, merupakan anak Kobe yang ingin mengikuti jejak ayahnya sebagai pemain basket.

Baca juga: Gianna Maria Onore, Pengikut Jejak Kobe Bryant yang Justru Ikut Berpulang...

"Kami sangat terpukul oleh kematian tragis Kobe Bryant dan putrinya, Gianna," ucap Komisaris NBA Adam Silver.

"Dia akan dikenang karena menginspirasi orang di seluruh dunia. Dia murah hati dengan kebijaksanaan dan melihatnya sebagai misi untuk membagikannya dengan generasi pemain pada masa depan," ujarnya.

Tak mudah memang, untuk menerima dan menyadari bahwa sosok peraih dua medali emas Olimpiade 2008 di Beijing, China, dan Olimpiade 2012 di London, Inggris, itu telah tiada.

Respons dari bintang NBA lain era, Michael Jordan dan LeBron James, bisa mewakili perasaan sulit menerima kenyataan tersebut.

"Kata-kata tak mampu mendeskripsikan rasa sakit yang saya rasakan. Saya menyukai Kobe, dia seperti adik saya," kata legenda NBA dan mantan pemain Chicago Bulls itu.

"Saya tidak siap, tetapi inilah yang terjadi," tulis bintang LA Lakers saat ini, LeBron James, di akun Instagram pribadinya.

"Saya duduk di sini mencoba menulis sesuatu untuk unggahan ini, tetapi tiap kali kucoba, saya mulai menangis karena memikirkan tentangmu, Gianna, dan persahabatan yang kita miliki," lanjut James.

Baca juga: Kenang Percakapan Terakhir, LeBron James Tak Siap Kehilangan Kobe Bryant

Tak hanya dunia basket yang kehilangan Kobe. Ibaratnya tak perlu menyukai basket untuk merasa kehilangan Black Mamba, nilai juangnya cukup untuk menjadi inspirasi bagi seseorang.

Gianna Bryant atau biasa dipanggil Gigi dan ayahnya, mantan pemain NBA Kobe Bryant, menghadiri pertandingan WNBA All-Star Game 2019 di Mandalay Bay Events Center pada 27 Juli 2019 di Las Vegas, Nevada. Kobe Bryant dan putrinya, Gigi, meninggal dunia dalam kecelakaan helikopter pada Minggu 26 Januari 2020.AFP/GETTY IMAGES/ETHAN MILLER Gianna Bryant atau biasa dipanggil Gigi dan ayahnya, mantan pemain NBA Kobe Bryant, menghadiri pertandingan WNBA All-Star Game 2019 di Mandalay Bay Events Center pada 27 Juli 2019 di Las Vegas, Nevada. Kobe Bryant dan putrinya, Gigi, meninggal dunia dalam kecelakaan helikopter pada Minggu 26 Januari 2020.

Inspirasi dari Kobe

Adalah hal manusiawi saat seseorang tak bisa langsung atau sulit menerima kenyataan pahit dalam menjalani hidup. Seiring berjalannya waktu dan menyadari bahwa itu takdir Yang Kuasa, perlahan asa untuk bangkit pun muncul.

Itu pula yang terjadi dengan orang-orang terdekat mendiang Kobe, atau mungkin belahan dunia mana pun. Terlebih, Kobe adalah sosok yang penuh inspirasi.

Apa yang pernah diperjuangkan Black Mamba di lapangan seakan menjadi "senjata" untuk menghadapi kenyataan menyesakkan itu. Kobe legacy...

"Saya berjanji akan melanjutkan warisanmu. Meski itu berat, ini adalah tanggung jawab saya untuk menjaga warisanmu," ujar LeBron.

Baca juga: LeBron James: Saya Bertanggung Jawab Lanjutkan Warisan Kobe Bryant

Bahkan, orang terdekat Kobe, sang istri Vanessa Bryant pun mengakui bahwa karena Kobe pulalah dia mulai bisa menerima kenyataan kehilangan sang suami dan putrinya itu, Gianna Maria-Onore Bryant.

"Saya tidak yakin apa yang ada dalam hidup kami hari ini dan tidak mungkin membayangkan hidup tanpa mereka," kata Vanessa tentang berpulangnya Kobe.

"Namun, kami bangun setiap hari, berusaha terus bangkit karena Kobe dan putri perempuan kami, Gigi, menyinari dan menerangi jalan kami..." ucap Vanessa.

Begitulah, The Black Mamba memang telah tiada, tetapi semangat dan perjuangannya, khususnya di medan lapangan, bisa menjadi insprasi bagi kita saat mengalami cobaan hidup.

Dan kita berdua tahu, apa pun yang saya lakukan selanjutnya... Saya akan selalu menjadi anak itu, dengan kaus kaki yang digulung...

Tempat sampah di sudut... Lima detik pada jam... Bola di tanganku...
5 ... 4 ... 3 ... 2 ... 1

Selalu mencintaimu,
Kobe

Terima kasih dan selamat jalan Kobe dan Gigi Bryant.... rest in peace...


Sumber NBA,BBC Sport
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X