Kompas.com - 04/10/2021, 14:30 WIB

KOMPAS.com - Gempa dapat memengaruhi aktivitas gunung berapi dan lingkungan sekitarnya. Secara garis besar, ada tiga jenis gempa, yakni gempa vulkanik, gempa tektonik, dan gempa bumi runtuhan.

Menurut Henny Pratiwi Adi dan teman-teman dalam jurnal Studi Tentang Kerusakan Infrastruktur Keairan Akibat Gempa Tektonik di Kabupaten Klaten (2009), gempa adalah getaran yang terjadi di permukaan bumi. Penyebabnya bisa beragam, tergantung jenis gempanya.

Sebagai contoh, gempa bumi runtuhan menimbulkan getaran di permukaan bumi. Fenomena ini disebabkan oleh runtuhnya lubang interior bumi, seperti lorong tambang dan lorong gua.

Pengaruh gempa bagi gunung api dan sekitarnya

Berikut penjelasan mengani pengaruh gempa bumi bagi gunung api dan sekitarnya: 

Pengaruh gempa bagi gunung api

Melansir dari situs United States Geological Survey, gempa bisa memengaruhi aktivitas gunung berapi, bahkan dapat memicu letusan. Letusan tersebut hanya dapat terjadi ketika gunung tersebut memang berpotensi akan meletus atau erupsi.

Baca juga: Penyebab Gunung Meletus

Adanya aktivitas kegempaan akan membuat ruang penyimpanan magma dalam gunung api mendapat tekanan secara signifikan.

Apabila di kawasan sekitar gunung api terjadi gempa, baik tektonik, ataupun vulkanik, kemungkinan besar akan terjadi tekanan magma dan akhirnya mengalami erupsi.

Gempa dapat terjadi sebelum, saat, dan sesudah gunung api meletus. Aktivitas kegempaan tersebut dapat disebabkan oleh beberapa hal. Namun, umumnya disebabkan oleh aktivitas vulkanik dari gunung api itu sendiri.

Contohnya gempa-gempa kecil yang terjadi setelah letusan Gunung Api Soputan, Bromo, dan Sinabung, pada dasarnya akibat dari aktivitas vulkanik gunung tersebut yang menghasilkan guguran material vulkanik, seperti magma, bebatuan, pasir, dan debu vulkanik.

Pengaruh gempa bagi lingkungan sekitarnya

Gempa juga membawa pengaruh bagi lingkungan sekitar gunung api. Dikutip dari jurnal Dampak Gempa Bumi terhadap Lingkungan (2016) oleh Dadang Sungkawa, getaran akibat gempa tidak terlalu berpengaruh besar bagi warga di sekitar gunung api.

Baca juga: Tanda-tanda Gunung Meletus

Karena getarannya relatif kecil, sehingga tidak menimbulkan kerusakan yang terlalu berarti. Dalam hal ini, kerusakan di sekitar kawasan gunung berapi sebenarnya lebih banyak disebabkan oleh aktivitas vulkanik saat gunung meletus, seperti awan panas, hujan debu, guguran lava, lahar dingin, dan lain sebagainya.

Walau begitu, banyak aktivitas kegempaan yang menyebabkan kerusakan di lingkungan sekitar terjadinya gempa. Contohnya bangunan runtuh, timbulnya korban jiwa, terjadinya tsunami (gempa di sekitar laut), dan masih banyak lagi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber USGS
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.