Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gejala Sosial Akibat Pengaruh Perkembangan Zaman

Kompas.com - 24/04/2024, 03:00 WIB
Eliza Naviana Damayanti,
Serafica Gischa

Tim Redaksi

KOMPAS.com Perkembangan zaman akibat pengaruh modernitas tidak hanya menghasilkan benda berteknologi tinggi seperti telepon seluler, tetapi juga mendorong munculnya gejala sosial.

Gejala sosial yang muncul akibat perkembangan zaman mencakup perubahan dalam perilaku, nilai-nilai, dan interaksi sosial yang terjadi seiring dengan kemajuan teknologi, globalisasi, dan perubahan sosial ekonomi. 

Ini termasuk peningkatan penggunaan media sosial, perubahan pola konsumsi, pergeseran dalam cara komunikasi, perubahan dalam struktur keluarga, dan berbagai dampak lainnya yang timbul dari dinamika perkembangan zaman.

Baca juga: Hubungan antara Modernisasi dan Globalisasi

Berikut ini beberapa gejala sosial yang muncul akibat perkembangan zaman:

Pendidikan adalah usaha yang dilakuakan secara sadar untuk menyiapkan peserta didik memperoleh peran pada masa mendatang. Pada saat ini pendidikan menjadi salah satu kebutuhan masyarakat yang dianggap penting.

Pendidikan menjadi saran mencapai kehidupan yang lebih layak dengan bekal ilmu dan wawasan luas. Beberapa contoh gejala sosial yang menunjukkan perkembangan sistem dan jenis lembaga pendidikan, yaitu sekolah rumah (home schooling), dan kuliah sistem jarak jauh.

Industrialisasi merupakan proses perubahan sosial ekonomi yang mengubah sistem mata pencaharian masyarakat agraris menjadi masyarakat industri. Salah satu ciri industrialisasi adalah berdirinya banyak pabrik yang memproduksi berbagai barang.

Industrialisasi memunculkan berbagai konsekuensi seperti menumpuknya sampah atau limbah hasil industri, perubahan gaya hidup, dan konsumerisme. Gejala sosial tersebut seharusnya disikapi secara bijak.

Industrialisasi disatu sisi memang memberi harapan atas kehidupan yang lebih baik, tetapi disisi lain memunculkan berbagai konsekuensi. Pemerataan pembangunan kawasan industri yang tidak hanya terpusat di kota besar dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat.

Perkembangan teknologi dapat mendorong berbagai perubahan, terutama perilaku dan pola pikir. Perkembangan teknologi dapat dibedakan menjadi dua bidang, sebagai berikut:

    1. Bidang nonfisik
      Perkembangan bidang nonfisik meliputi perkembangan ide atau gagasan yang terwujud dlam teknologi baru. Masyarakat sudah familiar dengan penggunaan internet untuk mendapatkan informasi terkini. Masyarakat diharapkan memanfaatkan internet dengan bijak sehingga dapat merasakan manfaatnya.
    2. Bidang fisik
      Bidang fisik disebut sebagai rangkanya. Bidang fisik meliputi benda yang menjadi penemuan baru oleh para ahli. Wujud benda dapat bermacam-macam, ada yang sesuai dengan fungsi ataupun estetikanya.
      Masyarakat hendaknya mengoptimalkan penggunaan benda berteknologi tinggi tersebut agar kehidupan mereka lebih efektif dan efisien. Pemanfaatan teknologi yang tidak benar dapat menyebabkan masyarakat terjebak dalam perilaku negatif.
  • Penanaman nilai kearifan lokal

Kearifan lokal adalah semua bentuk pengetahuan, keyakinan, pemahaman, wawasan serta adat kebiasaan, atau etika yang menuntun perilaku manusia dalam kehidupan di dalam komunitas ekologis. Kearifan lokal juga disebut dengan lokal genius. 

Upaya penanaman nilai kearifan lokal semakin pasif diterapkan oleh masyarakat mengingat pentingnya kearifan lokal sebagai pedoman hidup sekaligus menyelesaikan permasalahan.

  • Kemiskinan 

Kemiskinan merupakan gejala sosial yang tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga Negara lain. Kemiskinan menunjukkan ketidakmampun seseorang mencukupi kebutuhan primernya.

Kebutuhan primer meliputi kebutuhan makan, pakaian, dan tempat tinggal. Akan tetapi, kriteria untuk menentukan kemiskinan menjadi perdebatan ketika disesuaikan dengan konteksnya. 

  • Pengangguran

Salah satu Upaya mengatasi pengangguran dalam masyarakat yaitu meningkatkan kualitas Pendidikan. Pendidikan diharapkan menjadi modal awal untuk mendapatkan pekerjaan. 

Akan tetapi, tingginya angka pengangguran terdidik menunjukkan bahwa lapangan kerja tidak mampu menampung tenaga kerja terdidik. Tingginya angka pengangguran menyebabkan munculnya masalah lain seperti kemiskinan dan kejahatan.

Baca juga: Perbedaan Modernisasi dan Westernisasi

Referensi:

  • Matondang, A. (2019). Dampak Modernisasi Terhadap Kehidupan Sosial Masyarakat. Wahana Inovasi, Vol. 8, No. 2.
  • Taftazani, B. M. (2017). Masalah Soail dan Wirausaha Sosial. Social Work Journal, Vol. 7, No. 1.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com