Kompas.com - 02/10/2021, 14:00 WIB
Ilustrasi ini bumi freepik.com/brgfxIlustrasi ini bumi

KOMPAS.com - Inti Bumi sangatlah panas. Diperkirakan suhunya mencapai 6.000º Celcius atau setara dengan suhu permukaan Matahari.

Bumi memiliki inti yang letaknya cukup jauh dengan tempat kita berpijak, yakni sekitar 2.900 kilometer di bawah permukaan bumi. Bagian inti ini berbentuk bola dan memiliki mantel yang sebagian besar wujudnya padat.

Jika inti Bumi sangat panas, bahkan suhunya setara dengan suhu permukaan Matahari. Mengapa Bumi dan segala isinya tidak terbakar?

Inti Bumi dikelilingi mantel batu

Dalam situs Science Focus dijelaskan bahwa inti Bumi dikelilingi oleh mantel batu yang wujudnya padat. Bagian tempat kita berpijak saat ini posisinya mengapung di atas mantel batu tersebut.

Mengapung berarti memberi ruang yang cukup bagi Bumi dan segala isinya untuk berlindung dari panasnya inti Bumi.

Baca juga: Apakah Pohon Bisa Bicara?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain karena mantel batu yang padat, Bumi tidak bisa terbakar karena juga dipengaruhi oleh perbedaan panas dan suhu. Secara garis besar, panas bisa diartikan energi. Sedangkan suhu adalah kepadatan energi.

Artinya untuk membakar seluruh isi Bumi dibutuhkan energi dan suhu yang jauh lebih panas dibanding suhu inti Bumi atau lebih dari 6.000º Celcius. Dalam hal ini, Matahari bisa saja membakar dan melelehkan Bumi, namun tidak terjadi demikian karena jaraknya yang jauh.

Alasan mengapa inti Bumi bisa sangat panas

Dilansir dari situs Scientific American, panas inti Bumi dihasilkan lewat beberapa cara. Pertama, panas dari proses pembentukan planet. Kedua, adanya gesekan oleh material inti yang lebih padat. Ketiga, pengaruh unsur radioaktif.

Panas yang ada dalam inti Bumi membutuhkan waktu yang cukup lama agar bisa keluar. Hal ini ditambah dengan proses penyaluran panas di bagian inti tersebut.

Akibatnya, sebagian besar panas masih tersimpan, bahkan terus bertambah sejak planet terbentuk.

Sumber panas inti Bumi lainnya berasal dari material padat yang kaya akan besi. Saat material tersebut membentuk inti planet ke bagian pusat, secara otomatis akan menghasilkan panas sekitar 3.000º Fahrenheit atau sekitar 1.648º Celcius.

Baca juga: Kenapa Matematika Susah?

Singkatnya, ketidakmampuan planet untuk mendingin lebih cepat dapat meningkatkan suhu panas dalam inti Bumi. Walau suhunya sangat panas, inti Bumi tidak bisa membakar seisi planet karena perbedaan suhu, dan juga adanya mantel batu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.