Kompas.com - 08/03/2021, 19:02 WIB
Ilustrasi kuda, ilmuwan Kosta Rika menggunakan antibodi kuda untuk pengobatan virus corona. Pengobatan ini diklaim murah dan terjangkau. SHUTTERSTOCK/CallipsoIlustrasi kuda, ilmuwan Kosta Rika menggunakan antibodi kuda untuk pengobatan virus corona. Pengobatan ini diklaim murah dan terjangkau.

KOMPAS.com - Setiap makhluk hidup mengalami evolusi atau perubahan secara perlahan. Evolusi membutuhkan waktu yang sangat lama, bisa puluhan tahun bahkan ribuan tahun.

Jika melihat konteks evolusi dalam ilmu biologi, maka dapat dikatakan jika evolusi merupakan salah satu cabang ilmunya. Dalam ilmu biologi, evolusi mempelajari atau mencari tahu awal mula hadirnya makhluk hidup hingga keterkaitan genetikanya.

Banyak ahli yang telah mengemukakan pendapatnya tentang teori evolusi. Salah satunya ialah Charles Darwin. Lewat bukunya yang berjudul On The Origin of Species by Means of Natural Selection (1859), Charles Darwin menjelaskan bahwa teori evolusi hadir karena adanya seleksi alam.

Selain itu, Darwin juga menjelaskan jika evolusi merupakan bentuk adaptasi makhluk hidup dengan lingkungan sekitarnya. Berkat pemikirannya, Charles Darwin dijuluki sebagai Bapak Evolusi.

Baca juga: Evolusi Menurut Para Ahli

Penemuan fosil kuda sebagai bentuk evolusi

Penemuan fosil menjadi salah satu cara untuk menyelidiki ada atau tidaknya evolusi. Fosil ini bisa berupa tumbuhan, hewan atau makhluk hidup lainnya.

Namun, contoh atau bentuk evolusi yang paling mudah dipahami ialah pada penemuan fosil kuda. Mengapa bisa? Karena fosilnya bisa ditemukan dari masa ke masa, sehingga peneliti lebih mudah memahami evolusi atau perubahan apa saja yang terjadi.

Dilansir dari Science Mag, ada beberapa alasan mengapa penemuan fosil kuda selalu menjadi bukti nyata adanya evolusi. Alasan tersebut diantaranya:

  1. Penemuan fosil Equus (kuda, zebra, keledai) memudahkan peneliti untuk mengetahui jika kerabatnya mengalami kepunahan.
  2. Kuda mengalami evolusi secara terus menerus dan persebarannya menjangkau area yang luas, sehingga fosilnya bisa dengan mudah ditemukan dan diteliti.
  3. Fosil kuda terus ditemukan dari masa ke masa sehingga peneliti bisa melakukan riset lebih lanjut tentang penemuan fosil kuda.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, evolusi atau perubahan pada hewan kuda selalu merujuk pada perubahan morfologi gigi, postur, ukuran, leher, kaki, dan bagian tubuh lainnya. 

Baca juga: Kenapa Kuda Harus Pakai Sepatu?

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X