Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apakah Kelebihan Protein dapat Disimpan dalam Tubuh?

Kompas.com - 04/05/2024, 20:00 WIB
Silmi Nurul Utami

Penulis

KOMPAS.com - Protein sangat diperlukan oleh tubuh. Namun bagaiana jika tubuh mengonsumsi terlalu banyak protein? Apakah kelebihan protein dapat disimpan dalam tubuh? Berikut adalah penjelasannya!

Tubuh memerlukan sekitar 0,8 gram protein untuk setip kilogram berat tubuh. Namun, kerap kali protein dikonsumsi secara berlebihan. 

Dilansir dari Oklahoma State University, protein eekstra yang melebihi kebutuhan harian tidak akan membuat otot bertambah ataupun pertumbuhan rambut lebih cepat.

Artinya, kelebihan protein tidak memberikan manfaat bagi tubuh. Adapun, tubuh tidak bissa menyimpan kelebihan protein. 

Baca juga: Protein, Makanan yang Berfungsi sebagai Zat Pembangun

Protein diubah menjadi urea

Tidak seperti karbohidrat atau lemak, tubuh tidak dapat menyimpan kelebihan protein.

Amino (-NH2) dari kelebihan protein akan diubah oleh tubuh menjadi amonia (NH3). Amonia adalah zat sisa yang beracun bagi tubuh. 

Amonia kemudian diubah menjadi urea. Makin banyak kelebihan protein, maka makin banyak urea yang diproduksi oleh tubuh. 

Dilansir dari Medicine LibreTexts, ekskresi urea membutuhkan air sehingga lebih banyak urine yang dihasilkan ketika kita mengonsumsi protein dalam jumlah berlebihan. 

Jika kondisi kelebihan urea ini terus berjlanjut, maka dapat menyebabkan rasa haus secara terus-menerus dan juga dehidrasi. 

Baca juga: Proses Pembentukan Urine dalam Tubuh

Protein diubah menjadi lemak

Dilansir dari Encyclopedia Britannica, ketika protein dikonsumsi secara berlebihan maka protein tersebut akan diubah menjadi lemak. 

Lemak tersebut akan disimpan dalam tubuh sebagai cadangan energi.

Namun, jumlah lemak yang berlebihan dapat mengakibatkan kenaikan berat badan secara signifikan dan berbagai masalah kesehatan. 

Jadi, karena tubuh tidak dapat menyimpan kelebihan protein. Maka, sebaiknya protein dikonsumsi dengan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan per harinya. 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com