Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Proses Terjadinya Hubungan Sosial Secara Asosiatif

Kompas.com - 24/04/2024, 06:00 WIB
Eliza Naviana Damayanti,
Serafica Gischa

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Proses terjadinya hubungan sosial merupakan serangkaian tahapan yang terjadi saat individu atau kelompok berinteraksi dan membentuk hubungan dengan individu atau kelompok lain dalam masyarakat.

Manusia harus saling menolong. Manusia mempunyai hubungan ketergantungan dengan manusia lain.

Jika tidak ada guru yang mengajar, kita akan terbelenggu dalam kebodohan. Jika tidak ada ulama dan penegak hukum, masyarakat disekitar kita mungkin akan melakukan banyak kriminalitas. 

Peran masyarakat disekitar membantu untuk proses pendewasaan. Oleh karena itu, kita perlu menjalin hubungan sosial secara baik dengan anggota masyarakat di lingkungan tempat tinggal.

Hubungan sosial secara timbal balik dan transaksional mendukung terjadinya proses sosial. Proses sosial merupakan kegiatan interaksi sosial yang berlangsung dalam jangka waktu tertentu.

Proses terjadinya hubungan sosial dibedakan menjadi dua bentuk yaitu proses asosiatif dan disosiatif.

Baca juga: 2 Perbedaan Proses Sosial Asosiatif dengan Disosiatif

Berikut penjelasan mengenai proses terjadinya hubungan sosial secara asosiatif!

Proses asosiatif

Proses asosiatif adalah proses sosial yang mengarah pada persatuan dan meningkatkan hubungan solidaritas anatarindividu atau kelompok.

Macam-macam asosiatif dapat dijelaskan sebagai berikut:

  • Kerja sama 

Kerja sama terjadi dalam setiap kehidupan masyarakat. Baik masyarakat tradisional maupun modern. Manusia sebagai makhluk sosial, sepanjang hidupnya selalu membutuhkan bantuan orang lain. Kondisi tersebut merupakan faktor utama terbentuknya kerja sama.

Berbagai jenis kerja sama dalam masyarakat sebagai berikut:

  1. Tawar menawar (bargaining) yaitu bentuk perjanjian mengenai pertukaran barang dan jasa antara dua pihak atau lebih.
  2. Kooptasi (cooptation) yaitu bentuk kerja sama yang dilakukan dengan jalan menyepakati pimpinan yang akan dituju untuk mengendalikan jalannya kelompok.
  3. Koalisi (coalition) adalah kerja sama dua organisasi atau lebih untuk mencapai tujuan yang sama dengan cara bergabung menjadi satu.
  4. Patungan (joint venture) adalah kerja sama dua badan usaha atau lebih untuk meraih keuntungan dalam bidang ekonomi.
  • Akomodasi

Akomodasi adalah hubungan sosial yang terjadi antara individu dan kelompok untuk menyelesaikan pertentangan antara dua belah pihak yang bersengketa melalui akomodasi diharapkan konflik dapat diselesaikan tanpa terdapat salah satu pihak yang dirugikan.

Bentuk-bentuk akomodasi dibagi sebagai berikut:

  1. Koersi (coercion) merupakan bentuk akomodasi yang dilaksanakan menggunakan tekanan.
  2. Kompromi merupakan bentuk akomodasi denganjalan damai atau saling mengurangi tuntutan.
  3. Arbitrase (arbitration) merupakan usaha penyelesaian dengan batuan pihak yang berwewenang untuk membuat keputusan penyelesaian.
  4. Mediasi (mediation) adalah proses pengikutsertaan pihak ketiga sebagai penasihat yang netral untuk menyelesaikan perselisihan.
  5. Konsiliasi (conciliation) merupakan usaha mempertemukan keinginan pihak yang berselisih untuk mencapai persetujuan dan menyelesaikan perselisihan.
  6. Kondisi kebutuhan (stalemate) adalah keadaan dengan adanya kekuatan seimbang dari kedua pihak sehingga pertikaian berhenti pada titik tertentu.
  7. Toleransi yaitu sikap menghargai perbedaan yang ada dalam masyarakat.
  8. Ajudikasi (adjudication) merupakan bentuk akomodasi melalui mengadilan.

Tujuan dilakukannya akomodasi yaitu:

  1. Mengurangi pertentangan antarindividu atau antarkelompok.
  2. Mencegah terjadinya pertentangam dalam jangka waktu tertentu.
  3. Mengembangkan proses kerja sama antarindividu atau antarkelompok.
  4. Menciptakan keteraturan sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
  5. Melaksanakan pengendalian sosial akibat ketimpangan sosial yang terjadi dilungkungan masyarakat.

Baca juga: 4 Jenis Interaksi Sosial Asosiatif

  • Asimilasi 

Asimilasi terjadi ketika individu atau kelompok baru menyesuaikan diri dengan norma-norma, aturan, kebiasaan, dan nilai-nilai yang berlaku dalam lingkungan sosial yang mereka masuki. Proses ini bisa berlangsung secara alami melalui interaksi sosial sehari-hari, atau bisa juga didorong oleh tekanan sosial dari kelompok yang sudah ada.

  • Amalgamasi 

Amalgamasi adalah melebutnya dua kelompok budaya menjadi satu dan melahirkan budaya baru. Proses amalgamasi mempertegas hilangnya perbedaan-perbedaan masyarakat. Proses amalgamasi menghindarkan masyarakat dari perpecahan. Amalgamasi bisa terbentuk melalui perkawinan campuran.

  • Akulturasi

Akulturasi merupakan proses penerimaan dan pengolahan unsur-unusr kebudayan asing. Kebudayan asing diterima menjadi bagian dari kebudayaan asli, tanpa menhilangkan ciri khas kebudayan asli. 

Baca juga: Pengertian dan Bentuk Interaksi Sosial Asosiatif

Referensi:

  • Muslim, A. (2013). Interaksi Sosial dalam Masyarakat Multietnis. Jurnal Diskursus Islam.
  • Tri Wahyuti, L. K. (2016). Korelasi Antara Keakraban Anak dan Orang Tuadengan Hubungan Sosial Asosiatif Melalui Komunikasi Antar Pribadi. Jurnal Visi Komunikasi.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com