Kompas.com - 26/02/2021, 20:27 WIB
Proses pengerjaan kerajinan seni kaligrafi dekoratif di Huntu Art District, Bone Bolango. Pesanan kaligrafi meningkat seiiring makin dekatnya Hari Raya Idul Fitri. KOMPAS.com/ROSYID AZHARProses pengerjaan kerajinan seni kaligrafi dekoratif di Huntu Art District, Bone Bolango. Pesanan kaligrafi meningkat seiiring makin dekatnya Hari Raya Idul Fitri.

KOMPAS.com - Di Indonesia, seni kaligrafi yang dikenal umumnya kaligrafi Arab. Di mana tulisan Arab yang ditulis dengan gaya sedemikian rupa, sehingga tulisan tersebut memiliki keindahan yang bernilai seni dan enak dipandang.

Kaligrafi Arab lebih dikenal di Indonesia, dibandingkan seni kaligrafi yang lainnya. Salah satu penyebabnya karena perkembangan seni kaligrafi Arab cukup mendapatkan posisi dan sudah di bawa serta dikenalkan pada masa kerajaan -kerajaan Islam di Indonesia.

Hal ini dapat dilihat bahwa kaligrafi menjadi salah satu peninggalan sejarah kerajaan-kerajaan Islam. Dalam buku Seni Kaligrafi (1985) oleh Abdul Karim Husain, kata kaligrafi berasa dari bahasa latin yang terdiri dari kalios (calios) artinya indah dan graf (graph) yang berarti gambar atau tulisan.

Dalam bahasa Inggris dikenal istilah Calligraphy, yaitu lisan indah dan seni menulis indah. Tulisan halus yang obyeknya huruf Jawa, Latin, Jepang, hindi, China, Rusia, dan lainnya disebut kaligrafi. Sedangan dalam bahsa Aran disebut Khat yang artinya garis atau tulisan indah.

Baca juga: Karya Sastra Peninggalan Kerajaan-Kerajaan Islam di Indonesia

Pengertian kaligrafi adalah suatu ilmu yang memperkenalkan bentuk-bentuk huruf tunggal, letak-letaknya dan cara merangkainya menjadi tulisan yang tersusun.

Kaligrafi di Indonesia

Berdasarkan buku Dasar-Dasar Linguistik (1990) oleh Djoko Kentjono, kedatangan agama Islam di Indonesia menyebabkan tersebarnya aksara Arab.

Akasara tersebut tidak hanya digunakan untuk naskah berbahasa Arab atau Al-Qur'an, melainkan juga untuk bahasa Melayu yang disebut Pegon (huruf Jawi).

Huruf ini juga digunakan sebagai medium pengajaran dan penulisan di sekolah dan pada penulisan kitab, terutama di pesantren.

Perkembangan kreativitas seniman lokal Indonesia dalam memahat seni kaligrafi mulai diaplikasikan pada batu nisan.

Baca juga: Peninggalan Sejarah Kerajaan Cirebon

Sejak abad ke-12 dan sesudahnya, kreativitas seniman Indonesia memunculkan seni memahat dalam pembuatan kaligrafi dengan berbagai gaya dan ciri arsitektur yang khas.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X