Kompas.com - 26/02/2021, 19:24 WIB
Hikayat Nabi Sulaiman, bukti akulturasi dan perkembangan budaya Islam di Indonesia di bidang seni sastra. KemdikbudHikayat Nabi Sulaiman, bukti akulturasi dan perkembangan budaya Islam di Indonesia di bidang seni sastra.

KOMPAS.com - Islam masuk ke Indonesia melalui perdagangan dan mengikuti jalur-jalur pelayaran.

Setelah masuk dan berkembang berkat peran para pedagang dari Gujarat, penyebaran agama Islam semakin pesat.

Terlebih berkat dukungan dari ulama dan kerajaan-kerajaan Islam yang berdiri di Indonesia, seperti Samudra Pasai, Demak, Pajang, Mataram, dan lain sebagainya.

Agama Islam berpengaruh terhadap perkembangan kebudayaan Indonesia. Hal ini disebabkan oleh adanya agama Islam yang memengaruhi kehidupan masyarakat Indonesia.

Pengaruh tersebut dapat dilihat dari peninggalan-peninggalan kerajaan Islam di Indonesia, salah satunya karya sastra.

Baca juga: Perkembangan dan Peninggalan Islam di Sumatera

Dalam buku Sejarah Nasional Indonesia: Masa Prasejarah sampai Masa Proklamasi Kemerdekaan (2010) oleh M Junaedi, karya sastra Islam Indonesia banyak dipengaruhi oleh kebudayaan Persia atau Arab. Karya sastra peninggalan kerajaan Islam di Indonesia, sebagai berikut:

Hikayat

Hikayat merupakan cerita atau dongeng yang isinya bermacam-macam, mulai dari keajaiban dan peristiwa yang tidak masuk akal.

Ada pula yang berpangkal kepada seorang tokoh sejarah atau kepada suatu peristiwa yang sungguh terjadi. Contoh-contoh hikayat, adalah:

  1. Hikayat Amir Hamzah, menceritakan kepahlawan Amir Hamzah yang memperjuangkan Islam dan mempertahankan Malaka dari Portugis.
  2. Hiyata Si Miskin, menceritakan Manakarma yang lahir dari keluarga miskin namun memiliki budi yang baik dan sukses menjadi raja.
  3. Hikayat Bayan Budiman, kisah dengan latar belakang dari hikayat India. Bercerita tentang burung bayan yang mencegah seorang perempuan muda yang akan berselingkuh.

Baca juga: Peninggalan Kerajaan Aceh Darussalam

Babad

Babad merupakan puisi berbahasa Jawa yang menyajikan rangkaian peristiwa sejarah, kepahlawanan, dan peperangan. Misalnya:

  1. Babad Tanah Jawi, berisi silsilah raja-raja dari Mataram Hindu sampai Mataram Islam.
  2. Babad Raja-Raja Riau, mengenai raja-raja Riau yang memiliki corak Islam.
  3. Babad Demak, tentang Raden Patah yang mendirikan Kerajaan Demak.
  4. Babad Cirebon, bercerita kisah Pangeran Cakrabuwana yang membangun kota Cirebon dan perkampungan muslim.
  5. Babad Gianti, membahas fenomena politik yang terjadi Pulau Jawa sekitar 1741-1757

Suluk

Suluk yaitu kitab-kitab yang menceritakan soal-soal tasawuf. Sukuk di Jawa banyak mengisahkan Walisongo. Suluk dan tembang gubahan Sunan Bonang ditulis pada daun lontar.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X