Kompas.com - 09/08/2020, 18:00 WIB
Penulis Ari Welianto
|

KOMPAS.com - Saat masih kecil, kamu pasti sering menolak atau tidak mau saat diminta minum obat ketika sakit.

Karena obat yang kamu minum rasanya pahit . Sehingga tidak mau minum obat, berbeda saat obat rasanya manis akan suka meminum dan mudah ditelan.

Tahukah kamu mengapa obat rasanya pahit?

Kebanyakan obat yang dibuat untuk menyembuhkan penyakit rasanya pahit.

Dikutip dari situs today.mims.com, mengapa obat terasa pahit karena berasal dari tumbuh- tumbuhan.

Sehingga menciptakan rasa pahit di mulut ketika larut dalam air liur. Ada dua alasan untuk ini, pertama bahwa spesifik tanaman pada dasarnya memiliki sifat pahit.

Kedua, bahwa kita hanya terbiasa dengan rasa ini.

Baca juga: Mengapa Ikan Asin Bisa Tahan Lama?

Indera perasa membutuhkan waktu untuk terbiasa dan adaptasi, dan perasaan bahwa pil yang pahit bisa ditolerensi oleh tubuh kita semakin banyak mengonsumsinya.

Selain itu, lidah manusia memiliki lebih banyak reseptor rasa pahit dibandingkan rasa lain. Maka rasa pahit akan menempel lebih lama di lidah.

Tidak disukai

Hasil penelitian yang dilakukan oleh seorang peneliti di Monell Chemical Senses Centre Philadelphia, rasa pahit merupakan sensasi yang membuat kamu tidak ingin memakan sesuatu termasuk obat.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Daur Hidup Cacing Filaria

Daur Hidup Cacing Filaria

Skola
Pentingnya Proyeksi Penduduk bagi Suatu Negara

Pentingnya Proyeksi Penduduk bagi Suatu Negara

Skola
Sosiolinguistik: Pengertian, Dimensi Masalah, dan Manfaat

Sosiolinguistik: Pengertian, Dimensi Masalah, dan Manfaat

Skola
Perbedaan Antara Budaya Individualistis dan Kolektivisme

Perbedaan Antara Budaya Individualistis dan Kolektivisme

Skola
Teori Negosiasi Wajah: Pengertian, Asumsi, dan Konflik

Teori Negosiasi Wajah: Pengertian, Asumsi, dan Konflik

Skola
Advertisement dalam Bahasa Inggris Melalui Kegiatan Bazar

Advertisement dalam Bahasa Inggris Melalui Kegiatan Bazar

Skola
Empat Hukum Media Menurut McLuhan

Empat Hukum Media Menurut McLuhan

Skola
Penyebab, Dampak, dan Usaha Menanggulangi Pemanasan Global

Penyebab, Dampak, dan Usaha Menanggulangi Pemanasan Global

Skola
Perbedaan Cermin dan Lensa

Perbedaan Cermin dan Lensa

Skola
Bentuk Adaptasi Burung Pelatuk

Bentuk Adaptasi Burung Pelatuk

Skola
Kebijakan Dividen: Definisi, Teori, dan Bentuknya

Kebijakan Dividen: Definisi, Teori, dan Bentuknya

Skola
Ciri-ciri Demokrasi Parlementer

Ciri-ciri Demokrasi Parlementer

Skola
Debat Kompetitif: Pengertian dan Tujuannya

Debat Kompetitif: Pengertian dan Tujuannya

Skola
Definisi Otonomi Daerah dan Tujuannya

Definisi Otonomi Daerah dan Tujuannya

Skola
Perbedaan Anggaran Statis dan Fleksibel

Perbedaan Anggaran Statis dan Fleksibel

Skola
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.