Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Otoritas Jasa Keuangan

Kompas.com - 23/04/2024, 18:30 WIB
Eliza Naviana Damayanti,
Serafica Gischa

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Berdirinya lembaga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dilatarbelakangi tugas pengawasan dan pengaturan bank sentral belum terlaksana secara maksimal.

Tujuan pembentukan OJK ini agar Bank Indonesia fokus pada pengelolaan moneter dan tidak perlu mengurusi pengawasan bank. Akhirnya, berdirilah lembaga OJK yang diharapkan dapat melaksanakan tugas tersebut secara optimal.

OJK dibentuk berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan.

Apa itu OJK ?

Pengertian 

OJK adalah lembaga independen yang bebas dari campur tangan pihak lain yang memiliki fungsi, tugas, dan wewenang pengaturan, pengawasan, pemeriksaan, dan penyidikan. 

OJK berperan sebagai lembaga yang mengawasi jasa keuangan dan industri per- bankan, pasar modal, asuransi, dana pensiun, lembaga pembiayaan, pegadaian, lembaga penjaminan, lembaga pembiayaan ekspor Indonesia, perusahaan pembiayaan sekunder perumahan, serta penyelenggara program jaminan sosial, pensiun, dan kesejahteraan secara independen.

Baca juga: Bank Sentral sebagai Bank Sirkulasi: Arti dan Perannya

Tujuan OJK

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memiliki tujuan agar keseluruhan sektor jasa keuangan yaitu:

  • Terselenggara secara teratur, adil, transparan, dan akuntabel
  • Mewujudkan sistem keuangan yang tumbuh secara berkelanjutan dan stabil; serta
  • Melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat

Fungsi OJK

Adapun fungsi dari OJK, yakni:

  • Menetapkan peraturan dan kebijakan untuk mengatur kegiatan sektor jasa keuangan
  • Melakukan pengawasan terhadap Lembaga-lembaga keuangan untuk memastikan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku
  • Memastikan pemerintahan yang baik dalam Lembaga-lembaga keuangan.

Tugas OJK

Beberapa tugas tersebut antara lain:

  • Memberikan informasi, penyuluhan, dan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya keuangan yang sehat, hak dan kewajiban konsumen jasa keuangan, serta cara mengelola keuangan dengan baik.
  • Menyelesaikan sengketa antara konsumen dan lembaga keuangan melalui mekanisme penyelesaian sengketa yang adil dan efektif.
  • Memberikan izin operasional kepada lembaga-lembaga keuangan yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan, serta melakukan pembatalan izin bagi lembaga keuangan yang melanggar peraturan atau tidak lagi memenuhi syarat untuk beroperasi.
  • Mendorong pengembangan industri keuangan yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan melalui berbagai kebijakan, program, dan inisiatif yang mendukung pertumbuhan sektor keuangan secara menyeluruh.
  • Berpartisipasi dalam kerjasama internasional dengan lembaga-lembaga pengatur dan pengawas keuangan dari negara lain untuk memperkuat kapasitas, bertukar informasi, dan mengatasi tantangan bersama dalam pengaturan dan pengawasan sektor keuangan.

Baca juga: OJK: Tujuan Pembentukan, Tugas, Fungsi, dan Wewenangnya

 

Referensi:

  • Maulidiana, L. (2014). Fungsi Otoritas Jasa Keuangan Sebagai Lembaga Pengawas Perbankan Nasional Di Indonesia. Keadilan Progresif.
  • Pikahulan, R. M. (2020). Implementasi Fungsi Pengaturan serta Pengawasan pada Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terhadap Perbankan. JPHK: Jurnal Penegakan Hukum dan Keadilan, Vol. 1, No. 1.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

14 Unsur Tatahan dalam Wayang Kulit

14 Unsur Tatahan dalam Wayang Kulit

Skola
Pengertian 'Lakon' dan Jenisnya dalam Pementasan Wayang Purwa

Pengertian "Lakon" dan Jenisnya dalam Pementasan Wayang Purwa

Skola
Pengertian 'Sanggit' dalam Dunia Pewayangan

Pengertian "Sanggit" dalam Dunia Pewayangan

Skola
Kisah Perang Bharatayuddha dalam Pewayangan Jawa

Kisah Perang Bharatayuddha dalam Pewayangan Jawa

Skola
Mengenal Tokoh Wayang Togog

Mengenal Tokoh Wayang Togog

Skola
Karakter Tokoh Dewi Sinta dalam Versi Ramayana

Karakter Tokoh Dewi Sinta dalam Versi Ramayana

Skola
Penokohan dalam Cerita Wayang Ramayana beserta Karakternya

Penokohan dalam Cerita Wayang Ramayana beserta Karakternya

Skola
Mengenal Pewayangan Mahabharata

Mengenal Pewayangan Mahabharata

Skola
Apa Itu Komunikasi Bencana?

Apa Itu Komunikasi Bencana?

Skola
Pengertian Pasar Global dan Ciri-cirinya

Pengertian Pasar Global dan Ciri-cirinya

Skola
Instrumen Perlindungan Hak Asasi PBB

Instrumen Perlindungan Hak Asasi PBB

Skola
Ciri-ciri Teks Argumentasi, Apa Saja?

Ciri-ciri Teks Argumentasi, Apa Saja?

Skola
Mengenal Cerita Fiksi dan Nonfiksi

Mengenal Cerita Fiksi dan Nonfiksi

Skola
Kalimat Majemuk Setara: Pengertian, Ciri-ciri, dan Contohnya

Kalimat Majemuk Setara: Pengertian, Ciri-ciri, dan Contohnya

Skola
Bedanya Konjungsi Koordinatif dan Subordinatif

Bedanya Konjungsi Koordinatif dan Subordinatif

Skola
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com