Amandemen UUD 1945: Tujuan dan Perubahannya

Kompas.com - 06/02/2020, 14:00 WIB
Amandemen UUD 1945 KOMPAS.com/Akbar Bhayu TamtomoAmandemen UUD 1945
Penulis Ari Welianto
|

KOMPAS.com - Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 merupakan konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

UUD 1945 ditetapkan dan disahkan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada 18 Agustus 1945. UUD 1945 mulai berlaku pada 18 Agustus 1945 hingga 27 Desember 1949.

Dikutip situp resmi Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham), sejauh ini UUD telah diamandeman sebanyak empat kali melalui sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

Amandemen tersebut berlangsung pada Sidang Umum Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) pada 1999, 2000, 2001, dan 2002.

Baca juga: INFOGRAFIK: Perjalanan Amandemen UUD 1945

Amandemen adalah perubahan resmi dokumen resmi atau catatan tertentu tanpa melakukan perubahan terhadap UUD. Bisa dikatakan melengkapi dan memperbaiki beberapa rincian dari UUD yang asli.

Tujuan amandemen

Tujuan perubahan UUD 1945 untuk menyempurnakan aturan dasar seperti tatanan negara, kedaulatan rakyat, HAM, pembagian kekuasaan, eksistensi negara demokrasi dan hukum.

Perubahan tersebut sebagai respon tuntutan reformasi pada waktu itu. Tuntutan tersebut antara lain dilatar belakangi oleh praktek penyelenggaraan negara pada masa pemerintahan rezim Soeharto.

Alasan filosofis, historis, yuridis, sosiologis, politis, dan teoritis juga mendukung dilakukannya perubahan terhadap konstitusi.  Selain itu adanya dukungan luas dari berbagai lapisan masyarakat.

Perubahan UUD 1945 bukannya tanpa masalah. Karena ada sejumlah kelemahan sistimatika dan substansi UUD pasca perubahan seperti inkonsisten, kerancuan sistem pemerintahan dan sistem ketatanegaraan yang tidak jelas. Perubahan Undang-Undang Dasar ternyata tidak dengan sendirinya menumbuhkan budaya taat berkonstitusi.

Amandemen UUD 1945

Sebelum dilakukan amandemen, UUD 1945 memiliki 38 bab, 37 pasal, dan 64 ayat. Setelah dilakukan empat kali amendemen ada 16 bab, 37 pasal 194 ayat, tiga pasa aturan perakitan, dan dua pasal aturan tambahan.

Baca juga: Pembukaan UUD 1945: Makna dan Pokok Pikiran

Halaman:

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Atletik, Cabang Olahraga Pertama di Dunia

Atletik, Cabang Olahraga Pertama di Dunia

Skola
Mengapa Kita Harus Menyapa Orang Lain?

Mengapa Kita Harus Menyapa Orang Lain?

Skola
Peninggalan Sejarah Kerajaan Demak

Peninggalan Sejarah Kerajaan Demak

Skola
Peran Indonesia sebagai Jalur Rempah Sejak Masa Prakolonial

Peran Indonesia sebagai Jalur Rempah Sejak Masa Prakolonial

Skola
Mengapa Lalat Sulit Ditangkap?

Mengapa Lalat Sulit Ditangkap?

Skola
Kenapa 'K' Jadi Singkatan untuk Ribu?

Kenapa "K" Jadi Singkatan untuk Ribu?

Skola
Manfaat yang Diperoleh dari Bunga

Manfaat yang Diperoleh dari Bunga

Skola
Kewajiban Kita terhadap Tumbuhan

Kewajiban Kita terhadap Tumbuhan

Skola
Penyesuaian Manusia terhadap Keadaan Alam

Penyesuaian Manusia terhadap Keadaan Alam

Skola
Apa Manfaat Tumbuhan di sekitar Kita?

Apa Manfaat Tumbuhan di sekitar Kita?

Skola
Peninggalan Sejarah Kerajaan Samudera Pasai

Peninggalan Sejarah Kerajaan Samudera Pasai

Skola
Penyimpangan Konstitusi pada Era Orde Lama

Penyimpangan Konstitusi pada Era Orde Lama

Skola
Bagaimana Tips dan Trik Menjadi Pebisnis Mebel yang Sukses?

Bagaimana Tips dan Trik Menjadi Pebisnis Mebel yang Sukses?

Skola
Mengapa jika Membuat Batik Kuno Kekinian Harus Mengetahui Sejarahnya?

Mengapa jika Membuat Batik Kuno Kekinian Harus Mengetahui Sejarahnya?

Skola
Ceritakan Bisnis Apa yang Kamu Inginkan! Jawaban TVRI SMA

Ceritakan Bisnis Apa yang Kamu Inginkan! Jawaban TVRI SMA

Skola
komentar
Close Ads X