Kompas.com - 06/02/2020, 07:00 WIB
Bendera Merah Putih berkibar di Lapangan Distrik Anggi, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, Jumat (17/8/2018). Lapangan Distrik Anggi berada di ketinggian sekitar 1.750 meter di atas permukaan laut (mdpl). KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJOBendera Merah Putih berkibar di Lapangan Distrik Anggi, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, Jumat (17/8/2018). Lapangan Distrik Anggi berada di ketinggian sekitar 1.750 meter di atas permukaan laut (mdpl).

KOMPAS.com - Bendera Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah Sang Merah Putih.

Bendera Sang Merah Putih adalah salah satu simbol negara Indonesia selain bahasa, lambang negara dan lagu kebangsaan.

Bendera Merah Putih

Dikutip dari situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Bendera Negara yang dikibarkan pada Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia pada 17 Agustus 1945 di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56 Jakarta disebut Bendera Sang Saka Merah Putih.

Saat ini Bendera Sang Saka Merah Putih dipelihara di Monumen Nasional Jakarta.

Ketentuan mengenai Bendera Merah Putih sebagai lambang negara diatur di UUD 1945 Pasal 35 serta Undang-undang Nomor 24 Tahun 2009.

Dalam UU No. 24 Tahun 2009 disebutkan, Bendera Negara Sang Merah Putih berbentuk empat persegi panjang dengan ukuran lebar 2/3 (dua pertiga) dari panjang.

Bagian atas berwarna merah dan bagian bawah berwarna putih yang kedua bagiannya berukuran sama.

Bendera Negara dibuat dari kain yang warnanya tidak luntur.

Baca juga: Bendera Merah Putih: Arti, Sejarah dan Maknanya

Bendera Negara dibuat dengan ketentuan ukuran:

  • 200 x 300 sentimeter untuk penggunaan di lapangan istana kepresidenan.
  • 120 x 180 sentimeter untuk penggunaan di lapangan umum.
  • 100 x 150 sentimeter untuk penggunaan di ruangan.
  • 36 x 54 sentimeter untuk penggunaan di mobil Presiden dan Wakil Presiden.
  • 30 x 45 sentimeter untuk penggunaan di mobil pejabat negara.
  • 20 x 30 sentimeter untuk penggunaan di kendaraan umum.
  • 100 x 150 sentimeter untuk penggunaan di kapal.
  • 100 x 150 sentimeter untuk penggunaan di kereta api.
  • 30 x 45 sentimeter untuk penggunaan di pesawat udara.
  • 10 x 15 sentimeter untuk penggunaan di meja.

Penggunaan bendera

Berikut ini ketentuan penggunaan Bendera Negara:

  1. Penggunaan bendera negara dapat berupa pengibaran dan atau pemasangan.
  2. Pengibaran dan atau pemasangan bendera negara dilakukan pada waktu antara matahari terbit hingga matahari terbenam.
  3. Dalam keadaan tertentu pengibaran dan atau pemasangan Bendera Negara dapat dilakukan di malam hari.
  4. Bendera Negara wajib dikibarkan pada setiap peringatan Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia pada 17 Agustus oleh warga negara yang menguasai hak penggunaan rumah, gedung atau kantor, satuan pendidikan, transportasi umum dan transportasi pribadi di seluruh wilayah NKRI dan di kantor perwakilan RI di luar negeri.
  5. Pemerintah daerah memberikan bendera negara kepada warga negara Indonesia yang tidak mampu.
  6. Bendera Negara dikibarkan pada waktu peringatan hari-hari besar nasional atau peristiwa lain.

Baca juga: Siapa Penemu Bahasa Indonesia?

Halaman:

Video Pilihan

Sumber Kemdikbud
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Nilai-Nilai Pancasila dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Negara

Nilai-Nilai Pancasila dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Negara

Skola
Terbentuknya Republik Indonesia Serikat

Terbentuknya Republik Indonesia Serikat

Skola
10 Jenis Penggolongan Hukum

10 Jenis Penggolongan Hukum

Skola
 Definisi dan Tujuan Perdagangan Internasional

Definisi dan Tujuan Perdagangan Internasional

Skola
Pembelahan Meiosis dan Tahapannya

Pembelahan Meiosis dan Tahapannya

Skola
Pembelahan Mitosis dan Tahapannya

Pembelahan Mitosis dan Tahapannya

Skola
Sifat-sifat Grafik Fungsi Eksponensial

Sifat-sifat Grafik Fungsi Eksponensial

Skola
Ciri-Ciri Masyarakat Praaksara

Ciri-Ciri Masyarakat Praaksara

Skola
Pengaruh Letak Astronomis Indonesia

Pengaruh Letak Astronomis Indonesia

Skola
Macam-Macam Pola Bilangan dan Rumusnya

Macam-Macam Pola Bilangan dan Rumusnya

Skola
Cara Menentukan Pusat dan Jari-Jari Persamaan Lingkaran

Cara Menentukan Pusat dan Jari-Jari Persamaan Lingkaran

Skola
Apa Unsur Penting dalam Foto Jurnalistik?

Apa Unsur Penting dalam Foto Jurnalistik?

Skola
Komunikasi Antarbudaya: Pengertian dan 6 Asumsi Dasarnya

Komunikasi Antarbudaya: Pengertian dan 6 Asumsi Dasarnya

Skola
Contoh Menganalisis Puisi

Contoh Menganalisis Puisi

Skola
4 Sifat Iklim Organisasi

4 Sifat Iklim Organisasi

Skola
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.